FOTO RUMPAN.ID/SUTRISNO
Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera (dua dari kanan) mendampingi W (samping kanannya) warga Boja Kendal yang baru saja bebas penjara setelah penangguhannya dikabulkan penyidik Polsek Mijen Semarang, Rabu (25/7/2019).


SEMARANG – W, (33), warga boja, Kabupaten Kendal yang ditahan sudah lebih dari dua bulan di Polsek Mijen, Rabu (25/7/2019) petang menghirup udara bebas alias bebas penjara.

W bebas penjara setelah penangguhannya dikabulkan penyidik. W didampingi Rumah Pancasila dan Klinik Hukum secara probono alias gratis.  

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera, yang turun langsung mendampingi, mengatakan W mulai didampingi setelah ada informasi dari masyarakat termasuk juga dari kepolisian.

“Dalam proses yang singkat, W sekarang sudah bisa keluar penjara, penangguhannya yang kami minta dikabulkan,” kata Yosep di Mapolsek Mijen Semarang, Rabu petang.

W disangka melakukan pencurian dengan kekerasan dan penganiayaan, dijerat Pasal 368 KUHP, 365 KUHP dan 351 KUHP. Namun, dalam perkembangannya dua belah pihak, yakni W dan pelapor alias korban, sudah sepakat berdamai, saling meminta maaf. Laporan juga sudah dicabut korban.

Perkara W itu karena dalam rangka melindungi, membela kehormatan rumah tangga. Sebelum terjadi insiden itu, W mendapati istrinya berhubungan cukup intens dengan seorang pria. Itu didapati dari percakapan ponselnya. Perkembangannya, W mengajak bertemu pria itu hingga terjadilah insiden tersebut.

“Membela kehormatan rumah tangga, kesusilaan, tidak bisa dipidana,” sebut Yosep.

Yosep yang juga advokat ini mengatakan dikabulkannya W ini merupakan wujud supremasi nilai-nilai Pancasila yang bisa mengesampingkan hukum positif.

Sehingga meski bukan merupakan perkara delik aduan, permasalahan yang sudah berujung damai dan dianggap tidak ada lagi kerugian maka tidak perlu lagi sampai ke meja persidangan.

“Sudah damai, buat apa ke meja persidangan, penjara sudah over kapasitas,” lanjutnya.

Di sisi lain Yosep juga berterimakasih kepada jajaran Kepolisian khususnya Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji, yang cepat merespons persoalan ini.

“Cepat mengadakan rapat dan memutuskan apa yang harus diperbuat,” kata Yosep.

Sementara W, mengaku lega bisa bebas penjara, bisa berkumpul lagi dengan keluarga dan istri tercinta. Petang itu, istrinya ikut menjemput, menyambut kebebasannya dari penjara.

“Saya berterimakasih kepada Rumah Pancasila, sehingga bisa bebas. Saya ditahan sejak sebelum Lebaran,” kata W yang raut mukanya tampak senang.

Sementara itu, Kapolsek Mijen, Kompol Budi Abadi, menyebut dikabulkannya penangguhan itu salah satunya karena sudah ada penjaminnya.

“Kasus tetap berjalan, yang bersangkutan dikenai wajib lapor seminggu dua kali,” ungkap Kapolsek. (sutrisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here