FOTO RUMPAN.ID/AJIE MAHENDRA
Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera

SEMARANG – Rumah Pancasila dan Klinik Hukum genap berusia satu tahun pada Sabtu 18 Agustus 2019. Meski sudah banyak karya untuk Indonesia, masih seabrek tantangan yang harus dijalani untuk mengajak warga Indonesia mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila.

Gerakan-gerakan yang dilakukan selama ini bukan hanya membantu warga yang membutuhkan. Sejumlah pendekatan kepada pemerintah pun dilakukan. Yakni dengan memberikan masukan atau rekomendasi agar pemerintah melahirkan regulasi yang berkiblat pada nilai-nilai Pancasila.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera menjelaskan, di tahun kedua ini, pihaknya akan semakin mantap melangkah demi kepentingan bangsa Indonesia.

“Sebenarnya, kami tidak pernah punya target. Semua pekerjaan, ya dikerjakan. Kalau ada yang butuh bantuan, sebisa mungkin kami bantu,” ucapnya di sela-sela peringatan ulang tahun yang dirayakan di Grand Maerakaca Semarang, Minggu (18/8/2019) sore.

Meski begitu, Yosep mengklaim, ada satu tujuan besar yang harus dicapai. Yakni bekerja untuk manusia dengan memegang konsep nilai-nilai Pancasila.

“Khususnya mereka yang tertinggal dan tertindas. Mereka yang berada di akar rumput. Seperti warga binaan dan orang-orang yang diperlakukan tidak adil oleh hukum Indonesia,” paparnya.

Sementara itu, Dewan Pembina Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Bernard L Tanya menilai, Indonesia butuh gerakan-gerakan nyata untuk menolong sesama manusia.

“Dan Rumah Pancasila hadir dengan gerakan nyata. Daerah lain berduka, kami ikut berduka. Dalam lingkup kecil, kami juga lakukan hal yang sama. Seperti ketika melihat anak-anak yang tidak mendapatkan akses pendidikan, diberikan beasiswa agar mereka bisa bersekolah,” tandasnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here