FOTO – FOTO DOKUMENTASI HUMAS POLDA JATENG
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menjadi khatib Salat Idul Adha 1440 H / 2019 M di Masjid Agung Jawa Tengah, Minggu (11/8/2019).

SEMARANG – Umat Muslim harus menunjung tinggi keadilan sosial untuk menciptakan kesejahteraan bersama, mampu memberikan ruang kepada pemeluk agama lain, tidak bersikap fanatik untuk mewujudkan Indonesia yang aman dan damai.   

Hal itu disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat menjadi khatib Salat Idul Adha 1440 H/2019 M di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kota Semarang, Minggu (11/8/2019). Tema yang diangkat adalah: Hikmah Ibadah Qurban dan Dinamika Sosial di Bumi Pancasila.  

“Sebagai bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila yang memahami adanya perbedaan dan sebagai peta jalan untuk mewujudkan kesejahteraan sosial, seharusnya konflik dan kerusuhan tidak harus terjadi,” ungkap Rcyko pada rilis yang diterima rumpan.id.

Jenderal polisi dua bintang itu mengemukaan bangsa ini sedang menghadapi beberbagai tantangan, mulai dari bencana yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa sampai masih terjadinya beberapa kerusuhan dan konflik yang melibatkan sekelompok orang.

Pemicu konflik itu adalah masih adanya arogansi dari orang atau kelompok tertentu dengan cara mengadu domba, memproduksi berita bohong atau hoaks dan disebarkan kepada masyarakat secara besar-besaran.

“Kemungkinan terjadinya kerusuhan yang mengancam perpecahan di negeri ini harus mampu dideteksi dini oleh masyarakat Indonesia,” lanjutnya.  

Untuk mencegah kerusuhan seperti itu, Rycko mengajak masyarakat luas untuk memahami adanya keberagaman dan perbedaan di negeri ini. Sebab, perbedaan adalah anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus dirawat. 

Sapi kurban yang diserahkan Irjen Rycko

Selain itu, Rycko juga mengajak masyarakat luas untuk memaknai Hari Raya Kurban dengan meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim. Rela mengorbankan anaknya yang sangat dicintai, yakni Nabi Ismail, karena ketakwaan.

Sebab itulah, Allah SWT menggantinya dengan mengutus Malaikat Jibril turun ke bumi, mengganti Nabi Ismail dengan domba yang ketika itu akan dikorbankan.

Pada kesempatan itu, Rycko juga memberikan hewan kurban berupa seekor sapi, diserahkan ke panitia kurban setempat, diterima Ketua DPP MAJT Prof. Dr. K.H. Noor Achmad, M.A., untuk disembelih. Sapinya jenis limosin, beratnya 1 ton.

Saat itu hadir pula beberapa pejabat lainnya, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Tengah, Sri Puryono, yang juga menyumbang seekor sapi sebagai hewan kurban.  (erna virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here