FOTO-FOTO DOKUMENTASI PKBM Sarana Maju Kota Tegal

TEGAL – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Sabtu 17 Agustus 2019 menjadi cerita tersendiri di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sarana Maju Kota Tegal.

Adalah ketika digelar upacara penurunan bendera. Upacara penurunan bendera sedianya dilakukan sebelum matahari terbenam, tetapi di sana digelar setelah waktu isya, sekira pukul 19.30 WIB.

Penyebabnya, karena banyak di antara petugas upacara di sana yang masih bekerja sebagai buruh di komplek pasar juga jadi petugas kebersihan.  

“Banyak di antara siswa Kelompok Belajar (Kejar) Paket C Setara SMA yang sore hari masih harus bekerja, usia mereka juga sudah cukup berumur,” ungkap Rakhmat Bhekti Darmawan, pelatih di sana, kepada rumpan.id via WhatsApp (WA), Sabtu malam.

Pemimpin pasukan upacara penurunan bendera di PKBM Sarana Maju Kota Tegal itu bernama Sigit (18), seorang petugas kebersihan di SMP Negeri 1 Kramat Tegal.

Petugas lainnya yakni David Lutfiandi (30), sehari-harinya berdagang di pasar tradisional. Kemudian ada Raeza (18) yang setiap harinya bekerja menjadi buruh angkut plastik di Pasar Pagi Kota Tegal.  

“Upacara penurunan bendera sukses dilaksanakan. Mereka (para petugas) tidak sedikitpun merasa minder dengan pekerjaan sehari-hari mereka, justru bersemangat,” lanjut Rakhmat Bekti.

Dia menceritakan, saat berlatih mereka selalu bersemangat. Latihan biasanya dilakukan ketika mereka selesai bekerja atau di sela-sela kesibukan mereka sehari-hari, antara bekerja dan sekolah kejar paket.  

Kepala Sekolah PKBM Sarana Maju Kota Tegal, Suyanto, mengatakan pendidikan karakter selalu ditanamkan kepada para siswanya dengan terus memotivasi untuk selalu bersemangat berbuat sesuatu untuk Indonesia.

“Menanamkan rasa cinta tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan, juga selalu mengingat perjuangan kemerdekaan,” kata Suyanto.

Terkait upacara peringatan kemerdekaan, Suyanto menambahkan, hal itu selalu dilakukan setiap tahun. Ini juga bertujuan menanamkan semangat nasionalisme siswa kejar paket.

“Mereka mau berangkat sekolah saja sudah termasuk hal luar biasa,” tandasnya.

Apa yang dilakukan para siswa kejar paket itu adalah contoh nyata bagaimana anak-anak bangsa mewujudkan rasa cinta tanah airnya. Tetap bersemangat melakukan yang terbaik untuk bangsa ini. Ini tentunya sesuai dengan filosofi Pancasila, sebagai peta jalan hidup di Indonesia. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here