Kapolsek Ngaliyan AKP R Justinus (dua dari kiri) menyerahkan bantuan kepada warga Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curug Gondoriyo Semarang, Sabtu (24/8/2019).


SEMARANG – Menjaga lingkungan sebagai karunia Tuhan harus dilakukan umat manusia di bumi ini. Apapun profesinya. Sebab, berbicara manusia tentu tidak terlepas dari lingkungan.

Tak terkecuali yang dilakukan Kapolsek Ngaliyan AKP R. Justinus Prebowo bersama anggotanya. Mereka bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Curug Gondoriyo Ngaliyan Kota Semarang, mengembangkan dan menggali potensi wisata Curug Gondoriyo yang sudah diresmikan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada Februari 2019 lalu.

Seperti pada Sabtu (24/8/2019) siang, Justinus bersama anggotanya memberikan bantuan kepada pengelola wisata curug itu sebuah mesin gerinda dan gergaji.

“Agar bisa digunakan masyarakat setempat untuk membuat kerajinan, khususnya di wisata ini. Pada program Sapta Pesona Pariwisata ada namanya kenangan. Diharapkan masyarakat bisa membuatnya (kerajinan) jadi untuk suvenir dari curug ini,” kata Justinus kepada tim rumpan.id di lokasi wisata Curug Gondoriyo itu.

Curug Gondoriyo Ngaliyan Semarang

Secara rutin, Justinus mengunjungi lokasi wisata itu. Berbaur dengan warga, mendengar cerita-cerita mereka secara langsung, dan gotong royong bersama warga untuk membuat berbagai kegiatan positif.

“Coba memberi apa yang kita punya, alat itu (bantuan) dibeli dari sebagian uang jajan saya,” lanjutnya.

Selain Curug Gondoriyo, Justinus juga kerap menyambangi beberapa lokasi lain di wilayah hukumnya. Sekali lagi, tujuannya untuk berbaur dengan warga, sekaligus bersama-sama mengembangkan potensi di wilayah tersebut. Khususnya potensi wisatanya.

“Di sini (wilayah Ngaliyan), banyak sekali potensi wisatanya. Misalnya potensi agrowisata jambu kristal, rasanya enak sekali. Ada juga wisata Masjid Kapal dan wisata-wisata lainnya,” sambung Justinus.

Mimpi-mimpinya mengembangkan obyek wisata di wilayah hukum yang dipimpinnya bukan tanpa sebab. Selain sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberi karunia alam yang indah, Justinus juga punya harapan lain.

Harapan itu adalah warga bisa mendapatkan tambahan penghasilan atau bahkan bisa menjadi sumber penghasilan baru.

“Memanusiakan manusia, untuk membuka lapangan kerja, muaranya keadilan sosial. Pancasila memerintahkan itu. Bagi saya pribadi, jika warga bisa punya penghasilan, diharapkan kejahatan-kejahatan yang bermotif ekonomi bisa berkurang, syukur-syukur tidak ada sama sekali (di wilayah Ngaliyan),” kata Justinus.

Semangat Justinus berbagi dengan warga juga sebagai wujud rasa syukurnya kepada Tuhan. “Jangan tunggu berlebih baru berbagi, kalau tunggu berlebih nanti tidak jadi-jadi, sebab manusia kan selalu merasa kekurangan,” sambungnya.

salah satu spot foto di lokasi

Salah satu anggota Pokdarwis Curug Gondoriyo, Samadi, bercerita curug ini memang dikelola warga untuk dijadikan obyek wisata. Harapannya, agar lingkungan semakin maju.

Soal bantuan yang diberikan Justinus itu, Samadi menyebut itu sangat membantu mereka. “Hari ini diberi mesin gerinda sama gergaji, sebelumnya dikasih uang Rp1juta, saya belikan etalase (di pintu masuk obyek wisata). Dari Pokdarwis ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya untuk Kapolsek yang terus support supaya curug jadi maju seterus-terusnya,” katanya.

Sementara itu, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera, sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Justinus dan jajarannya. Yosep pada Sabtu siang itu memimpin timnya ke lokasi wisata Curug Gondoriyo.

“Ini bisa jadi percontohan bagi kapolsek-kapolsek atau kepolisian sektor lainnya tentang bagaimana mengelola wilayahnya dengan baik, menjaganya, memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, sesuai perintah Pancasila,” ungkap Yosep.

Pihak Rumah Pancasila dan Klinik Hukum sendiri, sebut Yosep, berkomitmen ikut berperan aktif membantu warga setempat khususnya pengelola wisatanya, termasuk jajaran Polsek Ngaliyan, untuk bersama-sama mengembangkan potensi-potensi di sana.

“Sebagai wujud gotong royong di rumah Indonesia ini,” sambungnya.

Gemercik Air

Curug Gondoriyo sendiri lokasinya memang terletak di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Lokasi curug ini cukup mudah dijangkau. Kalau dari pusat Kota Semarang, di daerah Simpanglima, berjarak sekira 30 menit. Lokasi tepatnya, masuk ke Jalan Prof Hamka Ngaliyan, terus ke selatan, sebelum Lapas Kelas I Semarang alias Lapas Kedungpane belok kanan masuk sekira 2 km. Setelah melewati Jembatan Gondoriyo, kemudian masuk ke perkampungan. Sampailah di curug tersebut.

Papan imbauan

Untuk bisa menikmati wisata alam air terjun ini, pengunjung cuma ditarik tiket masuk sebesar Rp5000 per orang.

Curug Gondoriyo ini tingginya sekira 20meter, airnya tak terlalu deras. Sumbernya berasal dari Sungai Bukit Semarang Baru menyambung ke Sungai Bringin. Obyek wisata ini baru diresmikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada Februari 2019 lalu.  

Bangun toilet

Saat berkunjung ke sana pada Sabtu (24/8/2019), masih tampak beberapa pembangunan sarana prasarana di komplek curug. Fasilitas yang tersedia di sana, sudah ada toilet, beberapa bangku untuk bersantai maupun sebuah gazebo kecil yang bisa disewa.

Di sekitaran curug, dipasang lampu-lampu. Kalau malam, tentu akan menarik. Saat siang hari, udara di sana terasa sejuk, karena banyak pepohonan.

Kalau pengunjung merasa lapar maupun haus, di sana menyediakan aneka makanan dan minuman. Mulai dari yang modern sampai tradisional yakni Nasi Bleduk dan Wedang Sinom.

Nasi Bleduk ini dibungkus dengan daun jati atau daun pisang. Makanan khas desa setempat. Sementara Wedang Sinom berbahan daun asam muda, yang dipercaya punya khasiat melawan masuk angin hingga kolesterol jahat.

Curug ini dibuka mulai pagi sampai malam hari, karena memang menawarkan pemandangan indah air terjun terkena sorot cahaya lampu. Pada event-event tertentu, pengunjung bisa menikmati aneka upacara maupun kegiatan adat setempat. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here