FOTO RUMPAN.ID/NANDA KOHAR
Ketua Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Eka Setiawan, (kaus merah, empat dari kanan) berfoto bersama calon penerima bantuan sosial usai mengobrol santai di kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Rabu (14/8/2019)

SEMARANG – Rumah Pancasila dan Klinik Hukum akan merayakan hari jadinya yang ke-1 tahun pada 18 Agustus 2019. Mereka akan menggelar kegiatan pentas musik akustik, orasi kebangsaan sekaligus memberikan bantuan sosial kepada siswa kurang mampu di Kota Semarang.

Kegiatan yang jatuh pada hari Minggu tersebut akan digelar di Taman Maerokoco Kota Semarang, mulai pukul 15.00 WIB. Untuk calon penerima bantuan dana untuk pendidikan, mereka memanfaatkan media sosial.

Selain itu, survei lokasi ke calon penerima juga dilakukan. Hingga Rabu atau H-4 acara, sudah terdata sekira 20 siswa calon penerima bantuan. Bantuan akan diserahkan saat kegiatan di Maerokoco tersebut.

Mereka yang sudah terdata, sebagian di antaranya sudah datang ke kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Jalan Semarang Indah Blok D15/32 Kota Semarang, hari Selasa dan Rabu ini.

Selain siswa yang datang sendiri, ada pula yang wakili orangtuanya ataupun datang ditemani orangtuanya. Rata-rata mereka sekolah mulai dari SD, SMP maupun SMA. 

Orangtuanya ada yang berprofesi buruh cuci, tukang ojek, penjual mi ayam ataupun bekerja serabutan. Pendapatan yang tak tentu dan minim membuat para orangtua cukup sulit membiayai anaknya sekolah.

“Tadi ada beberapa orang tua siswa yang akan menerima bantuan,” kata Ketua Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Eka Setiawan setelah menemui beberapa orangtua siswa calon penerima bantuan, Rabu (14/8/2019).

Pihaknya, sebut Eka, menyebut pendidikan adalah hal penting yang harus dinikmati anak-anak Indonesia, sehingga mengupayakan untuk membantu mereka yang kekurangan.

“Ini wujud gotong royong di rumah Indonesia,” lanjutnya.

Total calon penerima bantuan, kuotanya untuk 28 siswa kurang mampu. Sehingga hingga berita ini diturunkan masih memungkinkan jika ada yang mendaftar.

“Nanti acaranya di Maerokoco (Kawasan PRPP), tanggal 18 Agustus 2019, ada live musik, orasi kebangsaan, bantuan sosial, ada doorprize juga untuk pengunjung,” lanjutnya.

Sementara itu, salah satu wali murid penerima bantuan, Supriyati, mengatakan bahwa dirinya sangat mengharapkan bantuan ini. Pasalnya selama ini sebagai masyarakat kurang mampu dirinya belum pernah mendapatkan bantuan sama sekali dari pemerintah.

“Dari pertama anak saya sekolah belum pernah menerima bantuan sama sekali,” ceritanya.

Padahal untuk biaya kehidupan sehari-hari Supriyati mengeluh kesusahan, mengingat dirinya yang berkerja sebagai tulang punggung keluarga.

“Suami saya ga kerja, nganggur, ” ungkapnya. (Nanda Khohar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here