FOTO RUMPAN.ID/ERNA VIRNIA
Kegiatan pembekalan Pemberian Penghargaan Kepada Insan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah: Berprestasi Nasional dan atau Internasional Tahun 2019 di Kota Semarang, Minggu (24/11/2019) malam.

SEMARANG – Sekolah wajib mengarahkan, membimbing dan memotivasi siswanya untuk bisa berprestasi. Hal itu adalah salah satu cara agar sekolah dikenal masyarakat luas.

“Di sini peran kepala sekolah dan guru sangat penting,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Jumeri saat kegiatan pembekalan Pemberian Penghargaan Kepada Insan Pendidikan Provinsi Jawa Tengah: Berprestasi Nasional dan atau Internasional Tahun 2019 di Kota Semarang, Minggu (24/11/2019) malam.

Pihak pemerintah sendiri, sebut Jumeri, mendukung penuh untuk itu. Salah satunya, dukungan anggaran yang akan diberikan kepada pihak sekolah jika ada siswa berprestasi di sana. Pengelolannya nanti kewenangan penuh kepala sekolah.

“Ada namanya dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah), dana BOP (Bantuan Operasional Pendidikan), dana peran serta masyarakat yang dapat dipakai untuk pembinaan awal agar mereka berprestasi,” lanjutnya.

Jumeri mencontohkan ketika sempat menjabat kepala sekolah. Dia meraih prestasi tingkat nasional. Dia kemudian meminta anggaran untuk pengembangan sekolah tempatnya bekerja.

“Ketika itu dari pemerintah pusat langsung diberi Rp5miliar untuk pembangunan sekolah,” ceritanya.  

Soal Jawa Tengah ke depan, tentunya di dunia pendidikan, Jumeri mengatakan akan memasukkan program pengembangan anak-anak bertalenta ke dalam rencana kerja anggaran sekolah (RKAS). Rencana kerja ini dibuat para kepala sekolah. Dukungan untuk program ini juga akan diambilkan dari dana investasi seperti sumbangan pengembangan institusi (SPI).

“Kalau dulu kan istilahnya uang gedung, dana itu nantinya akan dialokasikan bisa berupa gedung dan bisa juga berupa SDM (sumber daya manusia). Karena jika banyak muncul SDM yang hebat, maka itu yang akan menghebatkan guru, siswa, sekolah dan tentunya bangsa ini,” sambungnya.  

Sementara itu, Juremi juga menjelaskan tentang anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada kegiatan yang diikuti oleh perwakilan guru dan siswa berprestasi di Jawa Tengah tersebut.

Untuk tahun 2019, dianggarkan Rp2,4miliar untuk mereka yang berprestasi.

“Tapi masih kurang, nanti mereka yang berprestasi di bulan September 2019 akan diberikan penghargaan menggunakan anggaran tahun depan, pas Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2020). Saya sudah mengusulkan kepada gubernur,” kata Jumeri.

Salah satu guru di SD PL Bernadus Semarang yang datang pada kegiatan itu, Rosalia Eka Lusiana, menyebut selama ini pihaknya bahkan menghadirkan pelatih untuk membimbing para siswanya yang akan ikut lomba.  

Dia mencontohkan ketika Alexandros Hastungkara Parera (Andros) dan beberapa temannya akan lomba, beberapa waktu lalu.  

Rosalia Eka Lusiana (dua dari kiri) ketika mendampingi Alexandros Hastungkara Parera (tiga dari kiri) saat kegiatan Olimpiade Sains Nasional 2019

Rosa, sapaan akrabnya, menyebut selama ini pihaknya selalu punya target mencetak siswa berprestasi. Salah satu caranya, guru mengamati bakat dan talenta dari anak-anak lewat kegiatan ekstrakurikuler. Dia menyebut, keterlibatan orangtua sangat penting.  .

“Karena tanpa peran orangtua juga mustahil prestasi itu dapat diraih, dan kami memfasilitasi siswa sesuai kemampuan kami, selebihnya peran orangtua lebih besar dalam menunjang prestasi anak, karena waktu bersama orangtua lebih banyak dibandingkan anak di sekolah,” terangnya.

Lebih lanjut Rosa juga berharap dengan adanya pemberian penghargaan ini dari pemerintah dapat lebih meningkatkan prestasi anak, seperti apa yang disampaikan Jumeri itu.

editor: eka setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here