SEMARANG – Sebanyak 26 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) alias narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang mengikuti program Ujian Kenaikan Kelas (UKK) Kejar Paket A, B, dan C mulai Kamis (9/5/2019).

Ini merupakan program kerja sama yang baik antara Lapas Semarang dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bangkit Ngaliyan Semarang.

Program ini sendiri meliputi Kejar Paket A untuk narapidana tak lulus SD, Kejar Paket B untuk mereka yang tak lulus SMP, dan Kejar Paket C yang tidak lulus SMA.

Hal ini pun mendapat apresiasi dari Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi.

“Terima kasih kepada PKBM Bangkit Ngaliyan atas kerja sama dalam rangka memanusiakan manusia menuju manusia mandiri sesuai amanat Undang-Undang (UU) Pemasyarakatan,” tuturnya melalui siaran pers yang diterima rumpan.id, Kamis petang.

“Hari ini mulai ujian kenaikan kelas untuk dapat naik ke jenjang kelas berikutnya. Mereka akan ikut UN tahun ajaran 2019/2020,” lanjutnya.

Menurutnya, Lapas tergerak untuk fokus memberikan hak untuk mendapatkan pendidikan kepada para narapidana sebab banyak dari mereka masih dalam usia produktif.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Lapas Semarang, Akhmad Herriansyah, merinci, 26 narapidana yang mengikuti program Kejar Paket terdiri; sebanyak 6 narapidana ikut Kejar Paket B dan 20 narapidana ikut Kejar Paket C.

Mereka sudah dipilih melalui proses seleksi riwayat pendidikannya dan kelengkapan syarat administrasinya.

“Semoga mereka yang putus sekolah, minimal bisa melanjutkan belajar dan mendapat ijazah, baik yang setara SD, SMP, maupun SMA. Ini juga bagian dari upaya kami memenuhi hak pendidikan bagi narapidana,” lanjut Herri. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here