Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menerima sertifikat HPL lahan PRPP dari Kepala BPN Jateng Jonahar.


SEMARANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akhirnya memenangkan sengketa lahan di lokasi Pekan Raya Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah. Hak atas lahan itu tertuang dalam putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 790/PK/PDT/2018 tertanggal 23 Januari 2019.

Sengketa lahan di PRPP antara Pemprov Jateng dengan Indo Perkasa Usahatama (PT IPU) memang sudah lama. Tepatnya mulai 2011 dan baru berakhir 2019 ini.

Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo membuahkan hasil. Majelis hakim yang dipimpin Takdir Rahmadi memutuskan untuk mengabulkan peromohonan PK, sekaligus membatalkan putusan Mahkamah Agung nomor 2587 K/Pdt/2016 tanggal 31 Oktober 2016 tentang penolakan permohonan kasasi Gubernur dalam persidangan sebelumnya.

Dalam pokok perkara, hakim menyatakan gugatan penggugat (PT IPU) tidak dapat diterima (niet ontvankelijk verklaard).

Atas putusan yang memenangkan Pemprov Jateng itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Semarang menerbitkan sertifikat hak pengelolaan (HPL) lahan PRPP.

Sebanyak delapan sertifikat baru telah diterbitkan dan diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jateng, Jonahar kepada Ganjar Pranowo di ruang kerja gubernur, Rabu (7/8/2019).

Pada kesempatan itu, Jonahar mengatakan, dasar mengeluarkan delapan sertifikat baru itu merupakan putusan MA. “Karena semua sudah clear, maka kami terbitkan sertifikat HPL ini,” jelasnya.

Ganjar pun bangga karena merasa berhasil menyelamatkan aset negara. “Alhamdulillah sekarang sudah kembali. Dengan putusan MA yang mengabulkan PK kami ini, BPN kemudian menindaklanjuti dengan cukup cepat. Sekarang, sertifikat pengganti HPL sudah terbit dan diserahkan ke kami,” jelasnya.

Dia pun berencana memanfaatkan lahan besar PRPP. Nantinya, di lokasi tersebut akan dibangun exhibition hall, hotel dan tempat hiburan yang bagus serta representatif.

“Karena lokasinya dekat bandara, jadi ini pasti akan menjadi tempat menarik untuk dikembangkan. Bisa jadi hall, hotel, tempat hiburan, tempat pentas musik dan lainnya,” terangnya.

Karena itu, dia meminta pengelola PRPP untuk mengundang calon investor yang mampu mewujudkan rencana tersebut. Harapannya, pada 2022 mendatang, proyek besar yang berlokasi di dekat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani tersebut sudah beroperasi.

Lebih lanjut, Ganjar menerangkan, Semarang merupakan kota pertama yang memiliki ekspedisi ekspor dagang terbesar di dunia pada zaman penjajahan Belanda dahulu. Itulah kenapa, Ganjar ingin kembali mengembalikan kejayaan itu dengan membangun exhibition hall di PRPP.

“Saya ingin suatu ketika itu terjadi lagi, dimulai dari PRPP,” harapnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here