FOTO – FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, memberikan pelatihan bagaimana menyusun Legal Opinion dan Contract Drafting kepada para mahasiswa hukum Universitas Diponegoro di Kampus Fakultas Hukum setempat, di Kota semarang, Sabtu (31/8/2019).

SEMARANG – Hukum dibuat untuk melindungi orang-orang “kecil” agar tidak diberlakukan semena-mena. Sebab, bagi orang-orang yang kuat, yang berkuasa, rawan meyalahgunakan kewenangannya untuk melakukan penindasan.

Di sini, aparat penegak hukum, tak terkecuali advokat, harus bisa menempatkan hukum dalam manfaat seperti itu. Pada advokat misalnya, ketika diminta membuat legal opinion maupun contract drafting dari klien, harus tetap menjunjung tinggi fungsi hukum itu.

“Jadi jangan mengamini klien dengan memanipulasi aturan hukum,” ungkap Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, saat menjadi pembicara tunggal dalam pelatihan membuat Legal Opinion dan Contract Drafting di Ruang Seminar, Fakultas Hukum  Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Sabtu (31/8/2019) pagi.

Yosep yang juga pimpinan Law Firm Yosep Parera and Partners ini menyebut untuk menyusun hal tersebut, seorang advokat harus menggunakan kecerdasan intelektual dan kecerdasan moral. “Harus seimbang.  Sebab tujuannya adalah untuk membeikan manfaat bagi manusia,” lanjutnya,

Di depan puluhan peserta pelatihan, Yosep menceritakan pengalamannya bergelut di bidang hukum dengan menjadi advokat sekira 20 tahun.  Hal penting yang diungkapkan adalah ketika nanti akan turun berpraktik hukum sebagai advokat,  seseorang harus berani untuk tampil beda.

Artinya, berani berpraktik sendiri, berkantor sendiri. Tujuannya, agar seorang advokat dalam hal ini sebagai penegak hukum mempunyai otoritas sendiri untuk menentukan langkah-langkah yang diambil jika mempunyai klien.

“Jangan takut tidak punya klien, dan jangan hanya ikut arus karena kalau begitu hanya membuat hukum di Indonesia makin rusak (karena masih banyak penyimpangan),” sambungnya.

Yosep juga bercerita pengalamannya ketika bertemu klien ataupun calon klien yang datang ke kantornya. Tentu saja keinginan awal klien adalah untuk dibantu secara hukum untuk memperoleh keuntungan. Tapi, ini tidak boleh ditelan mentah-mentah, diamini begitu saja keinginan klien tanpa melihat pertimbangan-pertimbangan ataupun fakta yang ada.

Seorang advokat harus mau jujur kepada klien menjelaskan duduk perkaranya secara terang, bahkan harus berani menjelaskan dan memberikan pengertian jikia memang klien yang datang itu dalam posisi bersalah pada kasus hukum yang akan dihadapi.

“Tidak semua klien yang datang ke kantor saya jadi klien saya (karena itu ada yang tidak sepakat),” sebut Yosep.

Yosep menyebut setiap orang boleh menggunakan ajaran-ajaran para pakar hukum dunia dalam bekerja. Tetapi, di Indonesia ada pula tuntunan yang tak kalah hebat dari teori para pakar tersebut. Itu adalah Pancasila.

“Pancasila bisa sebagai pertimbangan filosofis dan yurudis untuk membuat legal opinion ataupun contract drafting, filosofinya sudah lengkap, dari ketuhanan sampai kepada keadilan sosial,” sebut Yosep.

Para peserta pelatihan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyelesaikan soal yang diberikan Yosep Parera

Sementara itu, pada kegiatan pelatihan tersebut, lebih dari 50 peserta yang hadir, diberikan soal untuk dikerjakan secara berkelompok. Mereka dilatih untuk membuat legal opinion maupun contract drafting yang dibimbing langsung Yosep Parera. 

Ketua Panitia Kegiatan Pelatihan, Samil Saleh, menyebut pelatihan ini kali pertama dilakukan seiring program kerja baru di Divisi Bisnis Kelompok Riset dan Debat di FH Undip.  

“Karena kalau di kuliah nggak ada pelatihan khusus seperti ini. Kami juga bergerak di bidang kompetisi, setiap tahun ada banyak kompetisi,” kata mahasiswa semester V ini.

Pada kegiatan yang berlangsung hampir 4 jam itu diikuti mahasiswa dari berbagai semester. Panitia memilih Yosep Parera sebagai narasumber di dasari berbagai pertimbangan, selain pengalaman juga track record tentunya dilihat. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here