Andros Parera (paling kiri) memegang trofi dan hadiah saat menyabet juara 1 Diponegoro Physics Competition (DPC) 2019 tingkat SD yang diselenggarakan Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Sabtu (19/10/2019).

SEMARANG – Alexandros Hastungkara Parera alias Andros menyabet juara 1 gelaran Diponegoro Physics Competition (DPC) 2019. Kompetisi itu digelar oleh Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Diponegoro (Undip).  

Pada babak final Sabtu (19/10/2019), Andros yang merupakan siswa kelas VI SD PL Bernardus Semarang unggul atas 4 peserta lainnya. Sementara juara 2 disabet Reinhart Erfe Jorquia dari SD Kristen Tri Tunggal dan juara 3 disabet Marcellino Yuka Susanto yang juga dari SD PL Bernardus.

Dua finalis lainnya yakni Moses Elim Pratama dari SD Kristen Tri Tunggal dan Kay Kennard dari SD PL Bernardus.

Pada kompetisi Fisika itu saat ajang semi final ada 10 siswa SD yang masuk, kemudian diambil 5 besar sebelum melaju ke babak final.

“Padahal saat semi final Andros nomor 4,” kata Ignatia Sulistya Hartanti alias Tanti, ibunda Andros kepada rumpan.id via telepon Sabtu (19/10/2019) petang.

Saat babak penyisihan yang digelar beberapa waktu sebelumnya, soal yang harus dijawab para peserta berupa pilihan ganda. Ketika semi final jenis soal esai sementara saat final soalnya berupa studi kasus dan praktikum.

“Saat penyisihan Andros nomor 1 dari 10 anak,” lanjut Tanti yang juga merupakan Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang.

Tanti bercerita, Andros bekerja keras belajar setiap hari, baik saat ikut kompetisi ataupun tidak. Apalagi saat ini mengingat Andros duduk di kelas VI, tentunya ada pelajaran-pelajaran tambahan. Selain itu, pelajaran ekstra dari sekolah juga diikuti, tiap Kamis dan Jumat.

Di luar jam-jam tambahan pelajaran itu, Andros juga tetap belajar bersama pelatih dari luar. “Ada Pak Heri pelatih fisikanya, Pak Edi, Pak Bimo dan Bu Endang, itu dari luar maupun dari SD Bernardus,” sambungnya.

Tampil juara di Kompetisi Fisika Undip itu, Andros mendapat trofi dan uang pembinaan sebesar Rp750ribu, sementara juara 2 trofi dan uang pembinaan Rp500ribu dan juara 3 berupa trofi dan uang pembinaan sebesar Rp250ribu.

Andros yang merupakan putra pasangan Yosep Parera dan Ignatia Sulistya Hartanti sendiri memang kenyang pengalaman berkompetisi sekaligus kerap menyabet juara. Salah satunya ketika meraih medali perunggu di Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2019.

Ketika OSN kabupaten/kota, Andros meraih medali emas karena mengantongi nilai tertinggi. Sementara di tingkat provinsi, siswa kelas 6 SD PL Bernadus 2 Semarang ini masuk tiga besar dari lima siswa yang dikirim ke OSN tingkat nasional. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here