FOTO RUMAH PANCASILA dan KLINIK HUKUM
Chinkon no Hi alias Monumen Ketenangan Jiwa di muara Banjir Kanal Barat, Kawasan Pantai Barauna, Kota Semarang.

SEMARANG – Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Semarang, Theodorus Yosep Parera mengajak warga dan pejabat untuk kerja bakti membersihkan Chinkon no Hi atau Monumen Ketenangan Jiwa. Kerja bakti yang dilakukan besok Jumat (2/8/2019) pukul 07.00 WIB.

Rencananya, kerja bakti itu akan dikuti puluhan orang dari berbagai elemen. Mulai dari ASN di lingkup Pemkot Semarang, personil Sabhara Polrestabes Semarang, para mahasiswa, serta 20 napi dan petugas dari Lapas Kelas I Semarang.

“Monumen Ketenangan Jiwa menyimpan sejarah pertempuran lima hari di Semarang. Tapi sekarang tidak terawat. Ilalang tumbuh tinggi dan banyak sampah di sana. Jadi harus dirawat bareng-bareng,” ucap Yosep, Kamis (1/9/2019).

Berangkat dari keprihatinan itu, pihaknya telah bersurat ke Wali Kota Semarang untuk permohonan revitalisasi monumen tersebut agar terus dirawat sekaligus permintaan ketika digelar Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, tak hanya di Kawasan Tugu Muda yang rutin dilakukan, tetapi juga di Monumen Ketenangan Jiwa.

Rabu (17/7/2019) lalu, atas undangan Pemkot Semarang, pertemuan digelar antara Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang bersama jajaran Pemkot Semarang, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Perhubungan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata termasuk pihak Kecamatan Semarang Utara dan Kelurahan Panggung Lor.

“Kemudian kami mengajak mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Semarang, napi, dan petugas dari Lapas Kedungpane untuk ikut bersih-bersih Monumen Ketenangan Jiwa. Sengaja kami libatkan karena urusan negara bukan tanggung jawab pemerintah saja,” terangnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here