FOTO RUMAH PANCASILA/MICHAEL ADHITYA REKSAWARDANA
Bripda Aji, anggota Satuan Sabhara Polresta Magelang, saat bertugas menjaga tahanan di Pengadilan Negeri Magelang, Selasa (6/8/2019).


Di antara beberapa polisi yang berjaga di Pengadilan Kota Magelang, tampak satu polisi terlihat membawa buku. Di depan ruang tahanan, dia tetap mengawasi tahanan, melakukan tugasnya. Tapi tak hanya itu, sebuah buku dia pegang dan dibacanya seiring melakukan tugas.

Dia adalah Brigadir Polisi Dua (Bripda) Aji Yudha Pratama, anggota Satuan Samapta Bhayangkara (Samapta) Polresta Magelang. Sehari-hari tugasnya memang mengawal dan menjaga tahanan yang akan disidang di pengadilan setempat.

“Kalau sedang berjaga (tugas), saya baca buku juga untuk tambah referensi, jarang pegang HP lebih senang baca buku,” kata Bripda Aji saat mengobrol dengan tim rumpan.id di Pengadilan Magelang, Selasa (6/8/2019) siang.

Menurutnya, buku itu amat penting. Buku baginya adalah jendela dunia, karena di dalamnya ada berbagai pengetahuan yang bisa membuat cara pandang kita menjadi begitu luas.

Lajang berusia 21 tahun itu mengemukakan, saat ini ada keprihatinan tersendiri kepada anak-anak muda yang lebih suka bermain gadget, menghabiskan waktu bersosial media, dibandingkan membaca buku.

“Padahal di media sosial banyak informasi-informasi yang tidak benar (hoaks), walaupun buku juga opini tapi ada fakta juga jadi sumber lebih terpercaya karena ada juga ahli-ahlinya (menulis buku),”  lanjutnya.

Membaca buku juga amat penting bagi masyarakat luas, khususnya anak-anak muda, mengingat banyak bertebaran propaganda-propaganda di sosial media, menyulut intoleransi, radikalisme ataupun kontraproduktif lainnya. Membaca buku bisa jadi referensi lain, alternatif untuk kroscek fakta, ketika mendapatkan sebuah informasi, khususnya dari media sosial.  

Fenomena saat ini, khususnya momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bripda Aji berpesan agar masyarakat luas terus menumbuhkan rasa patriotisme. Jangan malas untuk berusaha untuk mencari rezeki yang halal.

“Sekarang banyak anak muda yang malas bekerja, pada cari jalan pintas lewat kejahatan, ya hasilnya seperti ini yang saya kawal dan jaga di sini (para tahanan). Ini buah dari kejahatan (tahanan), tanamkan rasa NKRI harga mati,” pesannya.  

Tugas harus ditunaikan dengan baik, dijalankan sebagaimana mestinya. Namun, belajar tidak boleh tinggalkan, waktu luang harus dimanfaatkan dengan baik. Bripda Aji jadi salah satu contohnya, polisi teladan 2019? (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here