FOTO: AJIE MAHENDRA
Sejumlah pekerja terlihat masih menyelesaikan renovasi Stadion Jatidiri Semarang, Jumat (9/8/2019. Renovasi terus dikebut agar akhir tahun 2020 stadion kebanggaan orang Semarang ini sudah bisa digunakan.

Digelontor Dana Rp200miliar Lebih, Wajah Baru Stadion Jatidiri Siap dinikmati

SEMARANG – Renovasi Stadion Jatidiri Semarang sudah mencapai 80 persen. Targetnya, renovasi yang dimulai tahun 2016 silam ini bisa digunakan akhir 2020 mendatang.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata (Disporapar) Jateng, Sinung Rachmadi Nugroho, menjelaskan, di pengerjaan tahap keempat yang menelan Rp139,8miliar ini sudah mencapai 11,9 persen. Anggaran itu untuk membangun tribun berkapasitas 30 ribu penonton, lintasan atletik 8 track, landscape, dan spaceframe.

“Pekerjaan ini akan saya kawal terus. Selain itu, saya juga akan terus menyemangati pekerja agar bekerja maksimal,” ungkapnya saat melihat progres pekerjaan pembangunan stadion, Jumat (9/8/2019).

Pengerjaan tribun, dibagi empat, yakni Tribun Barat untuk VVIP, Tribun Timur untuk penonton difabel dan umum, serta Tribun Selatan dan Utara untuk penonton umum.

Sementara perlengkapan olahraga itu, ada untuk cabor lompat galah, lompat jauh, lempar martil, lempar cakram, tolak peluru, dan lari halang rintang.

Dijelaskan, dana yang digunakan untuk pembangunan baik Stadion Jatidiri, dan Kawasan Jatidiri berasal dari sumber dana APBD Jateng.

“Beberapa tahapan memiliki total dana yang berbeda, yakni untuk tahapan di tahun 2016, dan yang dikeluarkan Rp22miliar, tahun 2017 dana yang dikeluarkan mencapai Rp40miliar, tahun 2018 Rp84miliar, dan tahun 2019 mencapai Rp139,8miliar,” jelasnya.

Nantinya, Stadion Jatidiri Semarang ini, akan dilengkapi dengan pencahayaan baik di luar stadion dan di dalam, sesuai standar pencahayaan internasional. Pencahayaan itu didukung daya listrik sebesar 1.800KVA dan mempunyai daya cadangan dari genset.

Parkirnya juga menggunakan sistem digital, memakai kartu untuk akses keluar masuk stadion.

“Jadi jangan sampai hilang kartunya (kalau sudah masuk), nanti tidak bisa keluar komplek stadion, karena sistem digitalisasi komputer nantinya akan kami terapkan,” lanjutnya.  

Bahkan, Sinoeng juga menyebutkan rumput yang akan digunakan di Stadion Jatidiri itu, merupakan rumput khusus, jenis zoysia japonica. Rumput asli Indonesia itu selain lebih tebal, memiliki kerapatan tinggi dan tahan kering, juga bisa membuat lapangan lebih indah ketika dibuat bergaris selang-seling warna hijau tua dan hijau muda. Rumput tersebut sesuai dengan kondisi cuaca di Semarang. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here