Eurike Febritha Ramimpi

FOTO; TAFSIR RISKI

Vee sudah cinta mati dengan dunia hukum. Alasannya hanya satu. Pemilik nama lengkap Eurike Febritha Ramimpi ini ingin menyelesaikan konflik tanpa ada pihak yang dirugikan.

Motivasi keadilan itu sudah dipendam ketika melewati konflik komunal di tanah kelahirannya, Poso Sulawesi Tengah. Saat itu, Vee yang masih berusia belia, tak ingin melihat ada konflik lagi.

Di usia belasan, dia memutuskan merantau ke Kota Semarang sendirian untuk mendalami ilmu hukum. Vee akhirnya menyandang gelar sarjana hukum dari Universitas 17 Agustus (Untag) 1945 Semarang, 2018 lalu.

“Konflik itu aku alami. Hukumnya aku pelajari. Setelah itu, baru dapat pengertian kalau semua itu ada aturannya. Ada cara penanganannya. Semua perlu diatur dengan matang dan adil,” ucap dara kelahiran Poso, 27 Februari 1996 ini.

Dari kacamatanya, hukum mencakup semua golongan dan pekerjaan. Intinya, semua sama di mata hukum. Hukum hadir bukan untuk menghakimi, tapi mengatur perilaku masyarakat.

“Jadi ke mana pun, siapa pun, diatur lewat hukum. Pokoknya hukum itu keren,” ucapnya.

Meski telah menguasai sebagian hal yang dianggap keren, Vee tidak lantas show off. Dia justru ingin membantu masyarakat mendapatkan hukum seadil-adilnya. Terutama yang tidak mampu.

Di bawah naungan Law Firm Yosep Parera serta Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Vee paling suka memberi pendampingan hukum secara gratis alias pro bono.

“Justru saat memberikan pendampingan gratis itu, bisa menguji diri sendiri juga. Sejauh mana ilmu dimanfaatkan dan dipraktikkan untuk membantu orang secara tulus ikhlas,” tandasnya. (ajie mahendra)

Nama Lengkap: Eurike Febritha Ramimpi

Lahir: Poso, Sulawesi Tengah, 27 Februari 1996

Postur: 158 cm/42 kg

Hobi: Nonton

Obsesi: Menjadi berkat bagi lingkungan

Pendidikan: S1 Ilmu Hukum Untag 1945 Semarang, lulus tahun 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here