FOTO RUMPAN.ID/SUTRISNO
Salah satu konten kreator Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Tafsir Riski Fajrillah, memberikan materi di depan para peserta pada kegiatan bertajuk Festival Media Komunitas yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi Jawa Tengah, di Kabupaten Magelang, Sabtu (19/10/2019).

MAGELANG – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah menggandeng Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang untuk bersama-sama mengajak generasi milenial bijak bermedia sosial.  

Hal itu tertuang pada kegiatan Festival Media Komunitas bertajuk “Pengembangan Media Digital dalam Strategi Pengarusutamaan Hak Anak” di Kabupaten Magelang. Kegiatan itu dilakukan pada Sabtu (19/10/2019) dan Minggu (20/10/2019).

Kepala Dinas P3AKP2KB Jawa Tengah, Retno Sudewi, menyebut generasi milenial merupakan salah satu bonus demografi Indonesia. Generasi ini tentu lahir seiring dengan teknologi yang makin maju, internet salah satunya.

Era internet ini perlu mendapat perhatian khusus, sebab di dalamnya tersedia beragam konten. Entah itu positif ataupun negatif.  

“Jadi di sini mereka bukan hanya dibina untuk kreatif secara konten, tapi juga harus cerdas dan bijak,” kata Ratna pada kegiatan yang diselenggarakan di Balai Desa Karangrejo, Kabupaten Magelang itu, Sabtu.

Pada kegiatan ini, para milenial yang tergabung dalam Forum Anak Nasional juga diajak sebagai peserta kegiatan. Dia berpesan agar mereka selektif terhadap konten-konten yang bertebaran di media sosial.

“Agar tidak terjerumus dalam konten-konten negatif,” lanjutnya.  

Salah satu konten kreator Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Tafsir Riski Fajrillah, menyebut setiap postingan akan memiliki dampak. Ketika yang diposting sesuatu yang positif, tentu akan menyebarkan kebaikan-kebaikan. Sementara sebaliknya, jika memposting konten negatif ataupun hal yang kontraproduktif, tentu akan ada dampak tersendiri.

“Jadi harus bijak dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah diposting. Media sosial meninggalkan jejak, apalagi sekarang sudah ada undang-undangnya (ITE),” kata Tafsir di depan forum.

Ketua Forum Anak Nasional (FAN) Semarang, yang juga hadir sebagai peserta, Amel, mengajak teman-temannya bijak bermedia sosial. Menyebarkan virus positif di sana. 

“Tidak hanya memposting konten yang mereka suka, tetapi juga harus mampu jadi konten tandingan (kontra narasi) bagi konten-konten negatif yang bertebaran di media sosial. Apa yang kita posting adalah cerminan diri kita,” jelas Amel.

Amel juga menjelaskan, sebagai konten kreator, selain bermanfaat untuk menciptakan konten yang baik, acara ini juga bermanfaat untuk pengembangan karakter bagi generasi digital sepertinya.

“Jadi sangat berpengaruh bagi pengembangan karakter bagi kami, ” tutupnya. (Sutrisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here