SALATIGA – Komunitas Mahasiswa Bergerak Salatiga mengadakan kegiatan bertajuk Gebyar Edukasi Mahasiswa Bergerak (GEMA) Festival. Sebuah rangkaian festival anak-anak yang mengangkat tema toleransi. Festival ini juga digelar di kota yang mendapat predikat kota toleran dari Setara Institute.

Tema kegiatan yang diusung adalah “Beauty in Diversity”. Gema Festival mengusung nilai kearfian lokal, nilai budi pekerti dan nilai budaya yang beragam.

Founder Komunitas Mahasiswa Bergerak Salatiga, Laily Asna Safira, menyebut bagi pihaknya ini merupakan festival kali pertam ayang digelar.

“Harapannya, dengan festival ini kami bisa menyebarkan semangat keberagaman dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Laily via siaran pers yang diterima rumpan.id, Selasa 19 Januari 2021 siang.

Komunitas tersebut mengemas serangkaian acaranya dengan konsep virtual. Ini mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Masa pandemi tidak menyurutkan niat kami untuk mewujudkan serangkaian kegiatan bermanfaat dan melahirkan inovasi baru,” lanjutnya.  

Komunitas Mahasiswa Bergerak merupakan komunitas pendidikan yang bergerak di bidang sosial dengan visi terwujudnya mahasiswa yang aktif turun bergerak dalam kebaikan dengan membangun pendidikan anak di daerahnya sendiri.  

Adapun, rangkaian acara virtual ini dimulai Sabtu 23 Januari 2021 dan puncaknya diselenggarakan Minggu 31 Januari 2021. Agendanya; Sabtu 23 Januari 2021 adalah kelas kreatif, menampilkan komunitas pertunjukan, pelatihan berkreasi kepada anak-anak usia sekolah dasar di Salatiga dan sekitarnya.

Selanjutnya pada Minggu 24 Januari 2021, mereka mendatangkan berbagai pemateri di bidang pendidikan, sasarannya mahasiswa, pegiat pendidikan, para orangtua di Salatiga dan sekitarnya.

Jumat 29 Januari 2021 digelar launching boardgame karya Mahasiswa Bergerak Kota Salatiga dan membagikannya kepada komunitas pegiat pendidikan di Salatiga dan sekitarnya.

Minggu 31 Januari 2021 adalah puncak acara. Mereka menampilkan aneka pertunjukan; mendatangkan pendongen nasional, pendidikan lokal, launching buku karya Mahasiswa Bergerak, penampilan grup musik Rumah Pancasila yang membawakan lagu-lagu sendiri bertema kemanusiaan, kebangsaan hingga toleransi.

Semua kegiatan ini digelar virtual, dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Penerapan protokol kesehatan dilakukan pada moment-moment tertentu mengingat masa pandemi Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here