Komunitas Mahasiswa Bergerak Kota Salatiga (foto: dok. pribadi)

SALATIGA – Kondisi pandemi Covid-19 hampir membuat semua kegiatan offline alias tatap muka menjadi tidak bisa digelar. Mau tak mau, orangtua maupun anak-anak mereka hanya berkegiatan dari rumah. Tak terkecuali untuk aktivitas bekerja dan belajar.

Kondisi seperti itu membuat pengalaman untuk melihat keberagaman di luar menjadi berkurang. Padahal, anak-anak perlu terus diajarkan untuk mengenal keberagaman untuk kelak menjadi bekal berkomunikasi, sosialisasi serta memiliki kepercayaan diri.

Hal itulah yang mendorong Komunitas Mahasiswa Bergerak (Mager) Kota Salatiga untuk menggelar sejumlah kegiatan online bertajuk “Beauty in Diversity”.

“Pandemi Covid 19 bukan alasan untuk kami berhenti berkarya. Kami percaya kebaikan dan kebahagiaan harus terus bergerak,” ungkap Founder Komunitas Mager Kota Salatiga Mega Herawati melalui siaran pers yang diterima rumpan.id, Minggu.

Berangkat dari hal itulah Komunitas Mager Kota Salatiga menggelar serangkaian kegiatan yang terangkum dalam Gema Festival. Hari Minggu ini adalah puncak acaranya.

Kegiatan daring ini diisi berbagai pertunjukan puppetaria dari Komunitas Puppeter Indonesia, mendongeng oleh Kak Abigail, story telling oleh Kak Rona Mentari dan Kak Kanya Cittasari, termasuk penampilan musik dari Gemakustik, Dinpersip Band dan Rumah Pancasila Band.

Ketua acara Gema Festival, Gilang, menambahkan kegiatan tersebut mempunyai berbagai manfaat bagi orangtua dan anak-anak. Pun bagi komunitasnya.

“Acara puncak bertema toleransi di mana kita ketahui Kota Salatiga terkenal dengan kota yang memiliki toleransi tinggi,” tambahnya.    

Dia menyebut seluruh kegiatan Gema Festival mendapat antusiasme perserta. Terlihat dari kelas kreatif yang diikuti anak-anak SD, peserta webinar yang meluas hingga launching boardgame  yang diikuti berbagai komunitas pendidikan anak di Salatiga, Semarang dan Solo.

“Menghibur sekaligus mengedukasi. Ada pembelajaran yang didapat namun dengan cara yang lebih interaktif,” kata salah satu orangtua peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here