FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum saat rapat dengan pihak Pemerintah Kota Semarang di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Rabu (17/7/2019) di Gedung Pandanaran Lantai VIII, Jalan Pemuda nomor 175, Kota Semarang. Rapat tersebut membahas tentang rencana revitalisasi Monumen Ketenangan Jiwa.

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang berkomitmen merevitalisasi Monumen Chinkon no Hi atau Ketenangan Jiwa yang berlokasi di Kawasan Pantai Baruna, Kota Semarang. Kawasan sekitaran monumen juga akan dibangun fasilitas wisata, dilengkapi akses bagus hingga pembuatan taman.

Hal itu terungkap pada rapat yang dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang berikut instansi terkait dengan tim dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, pada Rabu (17/7/2019) lalu.

Sebelumnya, Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang mengirimkan surat resmi ke Wali Kota Semarang yang berisi dorongan untuk merevitalisasi monumen tersebut mengingat kondisinya memprihatinkan.

Selain itu, keberadaan monumen itu sangat penting, salah satunya untuk mengetahui sejarah lebih detil tentang terjadinya Pertempuran 5 Hari di Semarang yang diperingati tiap 15-19 Oktober.

Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Samsul Bahri Siregar, menyebut pihak Pemkot Semarang sepakat dengan usulan dari Rumah Pancasila dan Klinik Hukum terkait Monumen Ketenangan Jiwa tersebut. Sebab itulah, langsung direspons dengan menggelar rapat untuk menindaklanjutinya.

Namun demikian, masih ada beberapa kendala untuk merevitalisasinya. Di antaranya; pihak Pemkot Semarang sejauh ini belum mengetahui detil siapa pemilik lahan tempat monumen itu didirikan.

“Data-datanya akan segera kami cari,” kata Samsul ketika rapat tersebut.  

Saat rapat, di antara yang hadir adalah perwakilan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), perwakilan dari Kelurahan Panggung Lor dan Kecamatan Semarang Utara.

Perwakilan yang hadir itu juga akan mendukung penuh rencana revitalisasi Monumen Ketenangan Jiwa tersebut, sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Samsul mengapresiasi Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang berpartisipasi aktif ikut membangun budaya sadar pariwisata di Kota Semarang. Dia menyebut, pihaknya tentu tidak bisa maksimal mengelola sendirian, butuh bantuan dan dorongan dari masyarakat luas.  

“Berbeda dengan kota-kota lain seperti di Yogyakarta atau lainnya, warga Kota Semarang masih kurang sadar akan potensi wisata, maka saya ucapkan terimakasih kepada tim Rumah Pancasila ini yang sudah memberikan masukan kepada kami,” lanjutnya.

FOTO RUMPAN.ID/SUTRISNO

Sementara itu, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yosep Parera, yang hadir memimpin timnya dalam rapat tersebut, menyebut menjaga dan merawat monumen tersebut artinya turut menjaga sejarah bangsa Indonesia.  

“Sejarah harus dibuka selebar-lebarnya untuk pembelajaran kepada generasi selanjutnya, seperti monumen ini, bahwa pada peristiwa itu (rentetan Pertempuran 5 Hari) banyak juga tentara dan warga sipil Jepang yang meninggal dunia di Semarang,” beber Yosep.

Dengan direvitalisasi, selain bisa jadi aset wisata, Yosep juga mengusulkan agar nantinya ketika ada Peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang, lokasinya tak hanya digelar di Bundaran Tugu Muda. Tetapi juga digelar di Monumen Ketenangan Jiwa tersebut.

“Jadi peringatan digelar di dua tempat,” lanjutnya.

Merawat monumen tersebut juga jadi sarana eduakasi yang bagus. Konflik, peperangan yang sudah terjadi, tidak perlu terulang. Monumen tersebut jadi penanda bahwa peristiwa itu jadi landasaran perdamaian di seluruh dunia.

Yosep menambahkan jika nantinya monumen tersebut dijadikan obyek wisata, diharapkan bisa juga menarik wisatawan asing untuk datang ke Semarang.

“Tentunya membuka kesempatan pendapatan bagi masyarakat luas, bisa kerajinan, kuliner atau apa bisa dibuka dan dijual di sana,” kata Yosep.

Dalam waktu dekat, pihak Pemkot Semarang bersama tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum akan menggelar kerja bakti bersama di Kawasan Monumen Ketenangan Jiwa. Rencananya kegiatan akan digelar pada Jumat 2 Agustus 2019 dimulai sekira pukul 07.00 WIB. Kegiatan juga akan melibatkan masyarakat dan para mahasiswa. (sutrisno)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here