FOTO-FOTO RUMPAN.ID/AJIE MAHENDRA
Tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (5/3/2019).

Pekan lalu, setelah ramai di media sosial tentang Rasilu, sosok tukang becak yang dihukum penjara 1,5 tahun akibat lakalantas, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera, segera memberi instruksi ke timnya.

“Nanti perwakilan kita berangkat ke Ambon dan ke rumahnya istri Pak Rasilu di Sulawesi Tenggara,” begitu kata Yosep awal pekan ini di Semarang.

Mendengar cerita Pak Rasilu lewat sejumlah pemberitaan di media massa, Yosep tersentuh. Nuraninya tergerak untuk membantu. Baik dari sisi hukum, maupun bantuan kemanusiaan berupa uang kepada keluarga Rasilu yang tinggal di Desa Lolibu, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.

Setelah berkoordinasi cepat, pemberangkatan disiapkan. Tim berangkat menuju Ambon untuk mengumpulkan sejumlah keterangan termasuk menemui Rasilu yang ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon dan dilanjutkan ke Mawasangka Sultra itu.

Perjalanan dimulai dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Ambil penerbangan pagi pukul 06.00, Selasa (5/3/2019).

Pesawat yang membawa kami terbang ke Ambon tak sekali jalan. Dari Ahmad Yani, pesawat transit di Bandara Juanda Surabaya, dilanjut Bandara Sultan Hasanuddin Makassar sebelum sampai di Bandara Pattimura Ambon. Semuanya adalah bandar udara internasional.  

Penerbangan pertama menggunakan armada IW1800K pesawat Wings Air.

Seperti biasa, penerbangan pagi selalu dijejali penumpang. Pesawat baling-baling ATR 72-500 yang sudah menunggu, langsung diisi puluhan penumpang.

Tiba di Surabaya sekira 07.10 WIB.

Tiba di Bandara Juanda Surabaya

Begitu turun dari pesawat, sejumlah penumpang langsung mengurus tiket check in sebelum menuju ruang transit. Tim Rumpan (Rumah Pancasila) pun ikut berdiri di jalur antrian.

Di tiket baru, tertulis pesawat menuju Bandara Ujung Pandang Makassar baru terbang pukul 09.00 WIB. Berarti masih ada waktu mengisi perut. Sayang, tak banyak pilihan menu kuliner yang tersedia di dalam Bandara Juanda.

Soto Madura pun terpaksa jadi pilihan sarapan. Soal rasa, tak perlu diperbincangkan. Apalagi harga. Sudah hal lumrah jika kuliner di bandara mematok harga tinggi dengan rasa yang pas-pasan.

Untuk semangkuk soto Madura dengan sepotong kecil daging sapi, seiris iso, dan dua lembar babat, dihargai Rp40 ribu. Sementara es teh manis, hampir Rp 10 ribu.

Tapi tidak apa-apa. Mengingat perjalanan jauh, butuh suplai makanan untuk menjaga stamina tetap prima.

Setelah menyelesaikan prosesi sarapan, tim langsung menuju Gate 1A untuk melanjutkan perjalanan menuju Makassar dengan nomor penerbangan JT0786Y. Seperti biasa, standar operasional prosedur (SOP) bandara harus dilalui kembali. Yakni pengecekan barang bawaan.

Semua barang bawaan, terutama yang mengandung logam, harus dilepas untuk diperiksa menggunakan sinar X. Termasuk ikat pinggang.

Dalam satu bandara, ada dua kali pemeriksaan. Artinya, jika rute Semarang – Ambon melewati tiga bandara, berarti harus lepas-pasang ikat pinggang selama enam kali. Cukup ribet.

Setelah pemeriksaan, ada petugas bandara yang menegur tim. Koper yang dibawa tim, diminta untuk dimasukkan kabin. Harus masuk bagasi. Padahal, di Bandara Ahmad Yani Semarang, tidak ada masalah dengan semua tas yang dibawa tim.

Tiba Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, pemandangan mewah terlihat. Bandara itu terlihat megah, kemewahannya nyaris seperti bandara baru Ahmad Yani Semarang. Hanya, di sini tampak lebih luas.

Suasana transit di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa (5/3/2019)
Bandara Sultan Hasanuddin Makassar

Pemandangan bandara megah itu begitu kontras dengan Bandara Pattimura Ambon begitu kami sampai sekira pukul 15.00 WIT. Sangat kecil, dengan ornamen sederhana. Bahkan lebih kecil dari Bandara Ahmad Yani Semarang yang lama.

Begitu masuk terminal kedatangan, beberapa langkah sudah sampai pintu keluar. Di pintu keluar, sudah banyak pria yang menawarkan jasa antar menggunakan mobil. Bukan taksi, tapi menggunakan mobil pribadi pelat hitam.

Bandara Pattimura Ambon

Lepas dari fasilitas bandara, seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan tiga pesawat tidak mengalami keterlambatan. Semuanya tepat waktu…(bersambung)

(Ajie Mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here