FOTO DOK. BALAI BESAR POM DI SEMARANG
Kegiatan deklarasi “Ayo Buang Sampah Obat” digelar di Balai Besar POM di Semarang, Jalan Sukun Raya, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Senin (16/9/2019). Kegiatan ini diikuti 90 kader dan 20 perwakilan dari pengurusan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dari 9 kabupaten/kota di Jawa Tengah.


SEMARANG – Kader sadar obat aman di Jateng kembali menggaungkan gerakan “Ayo Buang Sampah Obat”. Gerakan ini mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah obat sembarangan.

Deklarasi “Ayo Buang Sampah Obat” digelar di aula Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Semarang, Senin (16/9/2019). Berkonsep Focus Group Discussion (FGD), kegiatan ini diikuti 90 kader dan 20 perwakilan dari pengurus Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dari 9 kabupaten/kota di Jateng.

Kepala Balai Besar POM di Semarang, Safriansyah menjelaskan, gelaran ini membangkitkan kembali semangat para kader untuk tidak bosan memberi sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya membuang sampah obat sembarangan.

Jika dibuang sembarangan, sampah obat bisa merusak lingkungan. Bahkan rawan disalahgunakan pihak yang tidak bertanggungjawab. Menjual obat-obatan kedaluwarsa, misalnya.

“Kami berharap para kader yang berprofesi sebagai apoteker dapat mengambil kesempatan untuk mendarmabaktikan keahlian mulianya untuk mengedukasi masyarakat,” terangnya melalui siaran pers yang diterima rumpan.id, Senin (16/9/2019) malam.

Sebagai wujud nyata, dibagikan dropbox, sebagai wadah sampah obat, dan stiker kepada 90 Aoteker Pengelola Apotek (APA).

“Diharapkan semakin banyak apotek yang akan menyediakan dropbox secara mandiri, sehingga masyarakat lebih mudah untuk membuang sampah obat,” lanjutnya.

Pada bagian lain, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera, berargumen, dampak yang ditimbulkan dari praktik membuang obat sembarangan sangatlah merugikan.

Termasuk jika dilihat dari filosofi Pancasila, sebagai peta jalan hidup di Indonesia. 

“Tentu sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai Pancasila. Pancasila selalu mengajarkan setiap individu untuk saling menjaga seluruh ciptaan Tuhan. Lingkungan tidak terkecuali,” katanya.

Selain merugikan lingkungan, dampak membuang obat sembarangan juga rawan penyalahgunaan oleh oknum tak bertanggung jawab. Misalnya, menjual kembali dengan modus pemalsuan baik kemasan maupun tanggal kedaluwarsa.

Jika terjadi praktik seperti ini tentu pula bertentangan dengan sila kedua Pancasila, di mana diperintahkan hidup di Indonesia adalah dalam rangka merawat kemanusiaan.  (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here