Apel Konsolidasi Berakhirnya Operasi Mantap Brata Candi 2018 di Lapangan Markas Polda Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Kota Semarang, Rabu (6/11/2019) pagi.


SEMARANG – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyampaikan penghargaan setingi-tingginya pada seluruh jajarannya, termasuk unsur TNI dari Kodam IV/Diponegoro, instansi pemerintah dan masyarakat yang terlibat pengamanan gelaran pemilihan umum (pemilu) yang sudah digelar. Secara umum, pesta demokrasi itu berjalan lancar dan aman di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Wakapolda Jawa Tengah, Brigjen Pol Achmad Luthfi, ketika memimpin Apel Konsolidasi berakhirnya Operasi Mantap Brata Candi (OMBC) 2018 di Lapangan Mapolda Jawa Tengah, Kota Semarang, Rabu (6/11/2019) pagi.

OMBC 2018 adalah operasi pengamanan pemilu yang digelar selama 296 hari. Ketika itu ada gelaran pemilu serentak, mulai dari Pemilu DPR, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II, DPD dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden.  

“Semua unsur yang terlibat bekerja penuh keikhlasan dan pantang menyerah. Polri sebagai salah satu pilar penyangga demokrasi bersama TNI dan segenap elemen masyarakat lainnya telah mampu melaksanakan pengamanan pesta demokrasi dengan aman dan kondusif,” ungkap Luthfi dalam sambutannya di hadapan peserta apel.

Pihaknya, sebut Luthfi, menyadari pada pelaksanaannya memang ada persoalan-persoalan yang muncul. Misalnya; pemungutan suara ulang di 28 tempat pemungutan suara (TPS) yang terdapat di 14 kabupaten/kota di Jawa Tengah.  

Namun, dengan semangat gotong royong termasuk koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) termasuk pemerintah daerah setempat, semuanya bisa terlaksana dengan lancar.  

“Semua permasalahan yang ada dapat sama-sama kita atasi dengan baik, sehingga tidak menganggu berlangsungnya proses dan tahapan pemilu secara keseluruhan di wilayah Jateng,” lanjutnya.

Luthfi menambahkan, hasil analisa dan evaluasi pelaksanaan OMBC 2018 ini, terinci ada 14 kasus tindak pidana pemilu sampai tahap penyidikan. 11 kasus di antaranya dinyatakan P21 alias berkas lengkap, sementara 3 kasus lainnya diberikan SP3 alias dihentikan penyidikannya.

“Ini menjadi evalusai penting bagi kita ke depan untuk menghadapi pilkada serentak 2020 di 21 kabupaten/Kota di Jawa Tengah,” terangnya.

Kini, pihaknya tengah mempersiapkan Operasi Mantap Praja. “Saat ini kami sudah mulai persiapan, terkait dengan setiap tahapan di pemilukada di masing-masing daerah,” imbuhnya.

Pihak Polda Jawa Tengah sendiri telah memetakan situasi-situasi tertentu di wilayahnya, berkaitan dengan keamanan. Ada tiga kategori yang telah ditetapkan, yakni wilayah aman, kurang aman dan rawan.

“Yang menonjol di wilayah Surakarta dan sekitarnya,” tegasnya. (ajie mahendra, erna virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here