FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Puncak Gunung Slamet, Provinsi Jawa Tengah, terlihat dari udara, Selasa (25/6/2019) sore.

SEMARANG – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Slamet dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada). Naiknya status gunung tertinggi di Provinsi Jawa Tengah itu terhitung sejak Jumat (9/8/2019).

Gunung yang terletak di antara 5 kabupaten, yakni; Brebes, Banyumas, Purbalingga, Tegal dan Pemalang, Provinsi Jawa Tengah ini mengalami peningkatan aktivitas signifikan terhitung sejak 1 Juni hingga 8 Agustus 2019.

Peningkatan aktivitas ini terlihat dari pengamatan visual puncak gunung yang memiliki ketinggian 3.428 meter dpl itu.

“Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal teramati dengan maksimum ketinggian 300 meter dari atas puncak,” ungkap Plh. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo melalui siaran pers yang diterima rumpan.id, Jumat petang.

Lebih lanjut Agus menjelaskan hasil rekaman kegempaan dalam periode yang sama didominasi oleh gempa hembusan dan tektonik.

Selama Juni hingga 8 Agustus 2019 tercatat 51511 kali gempa hembusan, 5 kali gempa tektonik Lokal dan 17 kali gempa tektonik Jauh.

Selain gempa-gempa tersebut, pada akhir Juli 2019 mulai terekam getaran tremor dengan amplitudo maksimum 0.5 – 2 mm. Getaran tremor ini masih terjadi hingga saat pelaporan. Energi kegempaan terdeteksi meningkat, secara gradual.

Sementara itu menurut hasil pengukuran suhu mata air panas pada 3 (tiga) lokasi menunjukkan nilai 44,8 hingga 50.8 °C.

Nilai ini pada pengamatan jangka panjang berfluktuasi dan menunjukkan kecenderungan naik dibandingkan dengan pengukuran sebelumnya.

Berdasarkan data-data pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa Gunung Slamet mengalami aktivitas secara kegempaan dan deformasi yang cukup signifikan, namun secara visual belum teramati adanya gejala erupsi.

Kendati demikian PVMBG memprediksi bahwa potensi erupsi dapat terjadi sewaktu-waktu.

Potensi ancaman bahaya Gunung Slamet saat ini adalah erupsi magmatik dengan lontaran material pijar yang melanda daerah di sekitar puncak di dalam radius 2 km atau erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah.

“Sehingga kami menghimbau agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak berada/beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak puncak,” lanjutnya.

Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak terpengaruh dengan berita palsu atau hoaks yang dapat meresahkan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Pihaknya juga berharap pemerintah daerah, yang meliputi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, dan Kabupaten setempat terus malakukan berkoordinasi dengan Pos PGA Slamet di Desa Gambuhan, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang. (erna virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here