FOTO RUMPAN.ID/ERNA VIRNIA
Kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Senin (30/9/2019).

SEMARANG – Momentum Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati tiap 1 Oktober harus jadi refleksi bersama sebagai bangsa Indonesia. Refleksi bersama itu bahwa Pancasila sebenarnya sudah ada di dalam diri kita masing-masing sebagai rakyat Indonesia.

“Sebagai momentum penyadaran diri, sebagai koreksi, sudahkah kita menjadi warga negara Indonesia yang Pancasilais? Karena Pancasila itu jiwa rakyat Indonesia, Savigny (Friederich C.von Savigny) menyebut volkgeist (jiwa rakyat).Praktik hidup rakyat Indonesia, bangsa Indonesia,” kata Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang, Yosep Parera, Senin (30/9/2019).

Hari Kesaktian Pancasila juga harus menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk terus bersatu dari hal-hal yang sifatnya merusak sendi-sendi kebangsaan.

“Baik dari dalam maupun dari luar. Sekarang lebih banyak dari dalam (mencoba merusak), misalnya oknum-oknum yang menggerakkan masyarakat untuk kepentingan politik tertentu, mau mengganti ideologi negara,” lanjutnya.

Khusus di era global dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, Yosep menyoroti fenomena yang kerap terjadi di media sosial. Misalnya banyak provokasi maupun penyebaran berita tidak benar yang bertujuan membuat Indonesia tidak kondusif.

Di sini, Yosep berargumen negara perlu mengambil langkah-langkah tepat. Di antaranya; menggaungkan kembali Pancasila melalui pendidikan-pendidikan karakter, edukasi bagi pelajar khususnya dari tingkatan dasar, maupun cara-cara lain yang lebih efektif.

“Jadi (dalam menghadapi rongrongan) manusianya yang ditangguhkan bukan medsosnya yang dibatasi. Tugas negara bukan membatasi medsos tetapi memberikan edukasi. Jadi bentuk apapun (provokasi) tidak akan mempan, karena rakyatnya sudah tangguh,” jelas Yosep.

Membentengi diri adalah benteng terkuat bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk tetap bertahan, tetap utuh di tengah arus global dan paham-paham yang merusak. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here