Presiden Joko Widodo memberi selamat pada Kapolri Jenderal Pol Idham Azis usai upacara pelantikan di Istana Negara, Jumat (1/11/2019). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/pri.

JAKARTA – Indonesian Police Watch (IPW) memprediksi delapan nama yang dianggap sebagai calon kuat Kapolri. Masa jabatan Kapolri Idham Azis diketahui masih enam bulan lagi. Namun, bursa calon Kapolri di internal kepolisian mulai marak di pergunjingkan.

Kedelapan nama itu terdiri dari lima jenderal bintang tiga (Komjen) dan tiga bintang dua (Irjen). Nama-nama yang muncul mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991.

Mereka adalah Komjen Rico (Kabaintelkam), Komjen Agus (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT), Komjen Sigit (Kabareskrim), dan Komjen Gatot (Wakapolri).

Sedangkan untuk bintang dua ada Irjen Nana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadhil (Kapolda Jatim).

Menurut pandangan IPW, ketiga jenderal bintang dua ini bisa masuk bursa calon Kapolri karena menjelang Idham Azis pensiun ada dua posisi jenderal bintang tiga yang bakal pensiun, yakni Kepala BNN dan Sestama Lemhanas.

Sesuai prosedur, nama nama calon Kapolri itu akan digodok Dewan Kebijakan Tinggi (Wanjakti) Polri yang diketuai Wakapolri dan anggotanya Irwasum, Assisten SDM, dan Kadiv Propam.

Setelah dipertimbangkan, selanjutnya sejumlah nama tersebut akan diserahkan Kapolri kepada Presiden untuk dipilih, kemudian dilakukan uji kepatutan di Komisi 3 DPR. Pada sisi lain Kompolnas juga memberikan nama nama calon Kapolri sebagai usulan kepada Presiden.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai, dalam bursa calon Kapolri kali ini, pihaknya melihat ada tiga kelompok yang menonjol.

“Ada tiga yang menonjol yakni Geng Solo terdiri dari jenderal jenderal yang pernah bertugas di Solo, Geng Idham jenderal jenderal yang dekat dengan Kapolri Idham Azis, dan Geng Netral yang dekat dengan semua pihak,” kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/6).

Selain itu, kata Neta, ada dua hal lagi yang menarik untuk dicermati. Pertama, adalah nama mantan ajudan Presiden SBY, Komjen Rico yang disebut-sebut sebagai calon kuat Kapolri pengganti Idham Azis.

“Yang bersangkutan (Komjen Rico) adalah Adimakayasa Akpol 88 B. Jika hal itu terjadi tentunya ini menjadi fenomena baru, tidak hanya di dalam dinamika kepolisian tapi juga dalam dinamika politik, dimana mantan ajudan Presiden SBY bisa menjadi Kapolri di era Presiden Jokowi,” ujarnya.

Hal menarik berikutnya, nama Irjen Fadil yang disebut sebagai calon pengganti Idham Azis, mengingat Kapolda Jatim itu adalah salah satu “tim sukses” saat Idham mengikuti uji kepatutan di DPR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here