Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel (52), polisi yang berpengalaman menangani sejumlah kasus terorisme di Indonesia, dipromosikan menjabat Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Rycko yang saat ini menjabat Gubernur Akademi Kepolisian akan menggantikan Irjen Pol Condro Kirono yang dapat promosi jabatan tiga bintang jadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Rycko punya prestasi mentereng saat ikut menggerebek gembong teroris Dr Azahari di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, pada November 2005.

Rycko saat itu tergabung dalam Tim Bareskrim Polri, bersama sejumlah nama tenar, seperti Tito Karnavian (saat ini Kapolri) dan Idham Azis (saat ini menjabat Kepala Bareskrim Polri). Saat itu, tim yang menggerebek, mendapat penghargaan kenaikan pangkat luar biasa dari Kapolri saat itu, Jenderal Polisi Sutanto.

Saat berpangkat Komisaris Besar, Rycko sempat bertugas di Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri.

Pada karirnya, pria kelahiran Bogor itu juga sempat menangani berbagai kasus terorisme, selain kasus besar Bom Bali 2. Di antaranya; pengembangan kasus terorisme penyerangan Mapolda Sumatera Utara oleh Syawaluddin Pakpahan pada 25 Juni 2017. Saat itu Rycko rangkap 2 jabatan, satu sebagai Kapolda Sumatera Utara, satu lagi sebagai Gubernur Akpol.

Syawaluddin adalah satu dari dua pelaku penyerangan dengan menggorok salah satu anggota Mapolda Sumatera Utara dan membakar pos jaga, di mana saat kejadian bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Pengembangan dilakukan. Rycko turun ke lokasi, ke rumah Syawaluddin Pakpahan itu. Di sana ditemukan berbagai barang bukti, termasuk video-video anak-anak diajarkan cara berperang dan dokumen ajaran ISIS.

Rycko juga tercatat sempat menjadi ajudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, selepas masa tugasnya jadi Kapolres Jakarta Utara.

Peraih Adhi Makayasa alias lulusan terbaik Akpol 1988 itu ketika dilantik jadi Gubernur Akpol pada Juni 2017 juga tugasnya tak main-main. Saat pergantian, ada kasus pembunuhan Taruna Akpol oleh seniornya. Rycko saat itu menggantikan Irjen Pol Anas Yusuf, seniornya di Akpol (Anas Yusuf angkatan 1984) yang punya prestasi mentereng ketika berhasil menjemput M. Nazaruddin (buronan korupsi kasus wisma atlet Hambalang) di Kolombia pada tahun 2011.

Sejumlah pengalaman tugas dan prestasinya, tentu Rycko diharapkan bisa membuat situasi aman di Jawa Tengah, tak terkecuali penanganan terorisme. Ini mengingat sejumlah kejadian teror di Indonesia, banyak pelakunya berasal dari Jawa Tengah.

Keputusan Kapolri Tito Karnavian mengangkat Rycko jadi Kapolda Jateng sesuai TR nomor ST/1202/IV/KEP/2019 tertanggal 26 April 2019. Tinggal menghitung hari, menanti prosesi pelantikan Rycko jadi Kapolda Jateng.

FOTO EKA SETIAWAN
Irjen Rycko Amelza Dahniel saat dilantik jadi Gubernur Akpol pada Senin 12 Juni 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here