Foto Mediyanto Fajar Kurniawan
Kiri, Dewan Pangawas Ignatia Sulistya Hartanti memberikan bantuan tambahan modal kepada Herta Rini (Kanan) pelaku UKM Jamu Tradisional, Senin (10/2/2020)

*Bazar Amal Rumah Pancasila

SEMARANG – Tim Rumah Pancasila memberikan bantuan tambahan modal usaha kepada 2 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kota Semarang.

Langkah ini merupakan rangkaian kegiatan Bazar Amal Gema Pancasila yang diselenggarakan pada 20 Desember 2019 lalu oleh Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Semarang bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang.

Herta Rini (35) salah satu pelaku UKM penjual jamu tradisional menjadi salah satu yang direkomendasikan Pemkot Semarang menerima manfaat dari dari acara Bazar Amal Gema Pancasila. Kepada tim Rumpan.id Herta Rini atau yang akrab dipanggil Mbak Ita ini berkisah usaha yang digeluti ini merupakan resep warisan keluarganya.

“Iya dulu saya yang ngajari Ibu saya, kebetulan saya menekuni usaha jamu ini sejak lulus SMA, kemudian menikah dan membuat jamu menjadi pekerjaan sampingan saya,” ungkap Mbak Ita saat ditemui Rumpan.id Senin sore (10/2/2020).

Namun kini kondisinya berbeda, usaha membuat jamu menjadi mata pencaharian tetap Mbak Ita, dengan status barunya menjadi single parent dengan 2 orang anak yang masih balita.

Semangat untuk tetap bertahan hidup dan membesarkan kedua anaknya menjadi alasan dirinya menekuni usaha ini demi dapur tetap mengepul.

“Iya kebetulan sekarang saya tinggal sendiri, apa-apa harus sendiri ya jadi saya harus bisa membagi waktu untuk usaha mencari nafkah dan juga untuk keluarga,” terangnya.

Lebih lanjut Mbak Ita menjelaskan beberapa produk dari usahanya rumahan yang dibuat diantaranya membuat jamu siap minum meliputi kunyit asem, beras kencur, gula asem dan wedang jahe.

Selain membuat dalam bentuk jamu cair, Mbak Ita juga memproduksi aneka jamu jahe instan yaitu jahe rempah, jahe original, jahe sereh dan jahe secang. Ada juga varian jamu yang non gula seperti kunyit serbuk, temulawak dan jahe serbuk.

Foto Istimewa
Jahe instan jamu tradisional buatan Herta Rini atau Mbak Ita siap dipasarkan.

Masing-masing varian dalam bentuk kemasan tabung ramah lingkungan dibandrol dengan harga Rp45.000 untuk kemasan 150 gram, Rp60.000 untuk kemasan 250 gram, sedangkan untuk kemasan standing pouch 250 gram dibandrol seharga Rp50.000.

Varian lain yang diproduksi Mbak Ita selain jamu, dirinya juga memproduksi sambal, yaitu; sambal terasi, sambal korek, sambal buah naga, sambal terasi mengkudu. Semua produknya diolah tanpa bahan pengawet.

Berkembang

Mbak Ita mengaku sudah belasan tahun menekuni pembuatan jamu tradisional. 

Diakui oleh Mbak Ita hasil produksinya selama ini sudah sering diikutkan pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Menengah Kota Semarang, bahkan penjualannya juga sudah sampai ke luar negeri seperti ke Malaysia, Singapura, Belanda, Qatar, Azerbaijan dan ke Jepang. Produknya dijual melalui rekannya reseller hingga melalui jasa eksportir.

“Alhamdulillah usaha saya sudah masuk di dalam daftar Pemerintah Kota Semarang, jadi udah sering diikutkan pameran baik di tingkan lokal, nasioanall, ya saya berterima kasih sekali kepada pemerintah yang selama ini sudah memfasilitasi usaha saya dengan sangat baik,” ungkapnya.

Dalam penjualan produknya selama ini Mbak Ita pasarkan melalui online dan juga offline. Penjualan melalui online dirinya menggunakan akun media sosial Instagram yaitu @herta.rini dan juga WhatsApp 081319275688.

Foto Istimewa
Sambal Buah Naga buatan Mbak Ita yang sudah mendapat sertifikasi dari LPPOM.

Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Ignatia Sulistya Hartanti yang turut mengunjungi kediaman Mbak Ita, selain menyerahkan amanat dari teman-teman UMK se-Kota Semarang juga memberikan dukungan positif kepada Mbak Ita untuk terus semangat menjalani kehidupannya dan juga membesarkan usahanya.

Ignatia juga berterima kasih karena masih ada orang-orang baik di negeri ini yang mau peduli sesama yang masih kekurangan, kegiatan penggalangan dana dari para pelaku UKM, melalui acara bazar amal Gema Pancasila yang bertemakan dari UKM kepada UKM ini sangat menginspirasi.

“Saya berharap ke depan makin banyak UMK sukses yang mau ikut bazar amal dan juga mau membagikan sebagian hartanya, sehingga akan semakin banyak pula pelaku usaha kecil yang dibantu dalam merintis usahanya sehingga kesejahteraan sosial benar-benar dirasakan nyata oleh masyarakat Indonesia,” pungkas Tanti sapaan akrabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here