FOTO-FOTO RUMPAN.ID/TAFSIR RISKI
Kepala Kejaksan Negeri Kendal Muhammad Ilham Samuda

Sebagai seorang jaksa yang kini menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Kendal, Muhammad Ilham Samuda, sudah malang melintang bertugas di berbagai wilayah di Indonesia.

Terutama di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur, di antaranya; Kupang Nusa Tenggara Timur, Ambon Provinsi Maluku, Samarinda Kalimantan Timur, sampai Polewali Mandar Sulawesi Barat. Ratusan kasus sudah dia tangani, seperti kasus makar, pembunuhan, korupsi, sampai narkoba.

Dari pengalamannya berinteraksi dengan para tersangka dan terdakwa, Ilham punya keyakinan: tak ada seorangpun yang dilahirkan ke dunia untuk jadi jahat.

“Saya rasa begitu, saya rasa nggak ada orang dilahirkan jadi jahat. Kan kita semua sama waktu dilahirkan,” ungkap Muhammad Ilham pada wawancara dengan rumpan.id, Selasa (13/8/2019) di Kantor Kejaksaan Negeri Kendal.

Tapi pada perjalanannya, manusia menemui berbagai keadaan dan berinteraksi dengan lingkungan. Di situlah akhirnya jalan hidup bisa berubah.

“Faktor lingkungan dan himpitan ekonomi yang seringkali membuat mereka jadi melakukan kejahatan, karena susah cari makan, alasan pertemanan sampai pengaruh lingkungan,” tambahnya.

Namun demikian, meski tentu saja tetap mengedepankan sisi kemanusiaan, tak terus membuat Ilham melempem menjalankan profesinya sebagai penegak hukum.

Hukuman adalah risiko bagi mereka yang melakukan kejahatan. Tentunya tetap disesuaikan dengan tingkat kejahatannya.

Ilham mengakui betul, saat melakukan tuntutan kepada terdakwa di pengadilan, pasti hatinya bergoncang. Dia tak mau menzalimi orang, tetapi juga sekaligus harus tetap profesional menjalan profesi.

Salah satunya ketika menangani kasus yang menjerat Kepala Dinas Tata Kota di Ambon, Maluku yang melakukan korupsi. Ilham menahan pejabat itu di penjara. Bahkan tak hanya satu, Kepala Dinas Kominfo Ambon yang turut korupsi juga ditahannya.

“Saya Salat Tahajud, minta petunjuk. Ini sudah adil atau tidak, saya nggak mau menzalimi orang,” kisahnya.

Akibat penahanan dan tuntutan akhirnya berujung vonis hakim, anak salah satu pejabat itu yang sekolah di Australia harus berhenti. Sebab karena ayahnya terjerat kasus, tak ada lagi yang membiayai.

Ilham memang tegas saat bertugas. Contohnya lagi ketika bertugas sebagai Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Banda Neira, Maluku. Ada dua pejabat yang tersangkut korupsi ditahan Ilham. Yakni Kepala Dinas PU dan Kepala Dinas Perhubungan Banda Neira.   

Ancaman

Menjalani profesinya, Ilham mengaku kerap mendapatkan teror sampai caci maki dari orang lain. Termasuk dua anak buahnya sempat diserempet mobil ketika menangani kasus korupsi.

Namun, Ilham tak bergeming. Dia menguatkan hati, termasuk pula menguatkan hati anak buahnya agar tetap profesional bertugas apapun risikonya.

“Biasanya kalau tangani kasus korupsi itu ‘anginnya kencang’, telepon rumah ancam-ancam, maki-maki,” lanjut Ilham yang kelahiran 1973 itu.

Berbekal aneka pengalamannya itu, Ilham punya cara tersendiri saat bertugas. Di manapun tempatnya, harus mencari teman sebanyak-banyaknya.

Bergaul dengan banyak orang akan membuatnya lebih mengenal lingkungan sekaligus punya banyak informasi. Ilham juga tak pilih-pilih saat bergaul, baik itu pejabat, pengacara, sampai orang biasa.

“Prinsip tugas saya, cari teman sebanyak-banyaknya, jadi kalau ada apa-apa ke saya, ke anak buah saya, bisa dapat informasi duluan,” tambahnya.

Itu juga yang akan dilakukannya di wilayah Kabupaten Kendal, tempat tugasnya yang baru. Ilham baru dilantik 25 Juli 2019 lalu, artinya belum genap satu bulan bertugas.

Berbagai program sudah disiapkan, tentu selain meneruskan program pimpinan sebelumnya yang baik, juga memperbarui program-program sebelumnya yang dirasa belum optimal.

Sejumlah terobosan baru juga dilakukan. Salah satunya kegiatan pertemuan di kafe-kafe, warung-warung, baik dengan pejabat setempat sampai warga.

Tujuannya agar komunikasi, bertukar informasi, mendengarkan keluhan warga terutama soal hukum lebih mudah dilakukan.

“Jadi lebih merakyat, gampang diakses warga. Menegakkan hukum harus mengedepankan rasa kemanusiaan. Niat baik saya yakin terlaksana dengan baik,” tandasnya. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here