DOKUMENTASI RUMPAN.ID
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi, bersama forkominda melakukan tabur benih ikan dalam rangka pengukuhan Kampung Siaga Candi di Kabupaten Klaten, Senin (20/7/2020)

KLATEN – Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klaten. Kunjungan itu terkait pelaksanaan program pencanangan kampung siaga candi menuju ketahanan pangan.

“Kegiatan ini merupakan sinergisitas TNI dan Polri dalam mendukung program pemerintah menuju ketahanan pangan. Hari ini kami menabur 40 puluh ribu benih ikan, melaksanakan panen raya padi dan juga panen ikan,” kata Irjen Ahmad Lutfi di Klaten, Senin (20/7).

Pencanangan kampung siaga candi ini sebut Kapolda dilaksanakan di Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan. Dalam kesempatan ini Kapolda juga memberikan bantuan kepada enam kecamatan yang diserahkan kepada perwakilan masing-masing camat yang hadir.

Diantaranya Joko Hendrawan selaku Camat Klaten Selatan, Sutopo Camat Jogonalan, Suhardi Camat Prambanan, Sriwahyunu selaku Camat Jatinom, Suparjo selaku Camat Delanggu dan Marjono Camat Pedan.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolda, Pangdam IV Diponegoro yang diwakili Danrem 074 Warastratama Kolonel Inf Rano Maxim Adolf Tilaar, Komisi III DPR RI dari Partai Nasdem Eva Yuliana beserta pejabat utama Polda Jateng.

“Keberadaan kampung siaga ini merupakan program dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat. Peran TNI dan Polri di sini hanya sebagai fasilitator saja,” tandasnya.

Pada kesempatan lain, Kapolres Klaten AKBP Edi Sutanta Sitepu mengatakan, Kabupaten Klaten terkenal dengan wisata air. Pihaknya juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kapolda dalam mendukung potensi wisata yang ada di daerah ini.

“Klaten memang dikenal dengan wisata airnya. Jadi penebaran benih ikan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, karena nanti mereka juga dapat turut memanen ikannya,” ujarnya.

Kapolda juga mengunjungi Desa Ponggok Kecamatan Polan Harjo, Klaten untuk melaksanakan panen raya padi jenis rojo lele. Jumlah yang akan dipanen sampai Oktober kurang lebih 83.700 ton di kabupaten ini.

Sementara itu, Bupati Klaten Sri Mulyani yang juga hadir dalam acara tersebut mengaku, daerahnya merupakan penghasil padi berbagai jenis. Kondisi tersebut sangat mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah saat ini.

“Klaten memiliki lahan padi seluas 59.000 hektar, yang sudah panen ada sekitar 37.000 hektar dan yang siap panen hari ini ada 21.000 hektar. Setiap desa di Klaten kami wajibkan membuat lumbung pangannya masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan penghasilan padi yang dipanen di Klaten mencapai 227.000 ton beras dengan kebutuhan masyarakat sekitar 126.000 ton beras. Sehingga pada musim panen kali ini Kabupaten Klaten dapat surplus beras sebanyak 101.000 ton beras.

“Saya yakin dan percaya sesuai instruksi Bapak Presiden kepada TNI/Polri, untuk bersama-sama pemerintah daerah dan juga masyarakat mampu mengatasi perekonomian kita pada masa pandemi corona ini,” tambahnya.

Komisi III DPR RI dari Partai Nasdem Eva Yuliana mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terlena dan tetap memperhatikan protokol kesehatan saat menjalan kegiatan di luar rumah.

“Provinsi Jawa Tengah termasuk dalam Provinsi yang tidak terlalu mengkhawatirkan soal pandemi dibanding dengan daerah lain. Namun kondisi ini diharapkan tidak membuat kita abai terhadap protokol kesehatan,” sebutnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here