FOTO DOK. HUMAS POLDA JATENG
Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Lutfi (kiri) bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ketika meresmikan Kampung Siaga di Panggung Lor Kota Semarang.

JAKARTA Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Idham Azis mengapresiasi Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi dalam penganganan pandemi Covid-19 di wilayah Jawa Tengah.

Selain Kapolda Jateng, Kapolri juga mengapresiasi 2 Kapolda lainnya: Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Fadil Imran kaitannya dengan penanganan Covid-19.

Menurut Idham, tiga Kapolda itu berhasil membuat inovasi dalam rangka pencegahan virus tersebut di wilayahnya masing-masing. Di Jawa Timur dibentuk Kampung Tangguh Semeru, di Sumatera Selatan dibentuk Kampung Tangkal, sementara di Jawa Tengah sudah dibentuk Kampung Siaga.  

“Ini menjadi motivasi terhadap Polda lain untuk serius menangani virus Corona yang tiap harinya selalu ada penambahan kasus positif Corona,” ungkap Idham Azis melalui keterangan pers yang diterima rumpan.id, Kamis (11/6/2020).

Pada keterangan pers tersebut, Idham memberikan apresiasi saat melakukan video conference dengan para Kapolda se-Indonesia dari Markas Besar Polri, Jakarta.

Selain itu, Idham juga mengapresiasi petugas lalu lintas bertugas selama Operasi Ketupat. Petugas telah bekerja maksimal di tengah ancaman pandemi Corona.

“Anggota Korps Bhayangkara ini juga telah melakukan Operasi Ketupat 2020 dengan melakukan penjagaan di setiap perbatasan wilayah dan daerah,” tutur Idham.

Meski demikian, dia meminta jajarannya tidak cepat puas dengan sejumlah pujian yang datang. Bahkan meminta jajarannya meningkatkan kinerjanya.

Sementara itu Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi bebapa waktu yang lalu mengatakan salah satu harapan berdirinya Kampung Siaga di harapkan masyarakat akan menjadi polisi bagi dirinya sendiri

“Kampung Siaga ini didirikan sebagai salah satu upaya menghadapi kenormalan baru dalam pandemi virus Corona,” kata Lutfi

Selain itu, menghadapi new Normal, program Kampung Siaga juga memberdayakan masyarakat serta adanya edukasi sekaligus memantau penerapan protokol kesehatan di wilayahnya

“Masyarakat bisa mengamankan kampungnya dengan menerapkan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, sehingga mampu menghadapi berbagai masalah berkaitan dengan Covid-19,” ujarnya.

Sampai saat ini, sudah ada 870 Kampung Siaga Covid-19 yang berada di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

“Saya mengapresiasi pendirian Kampung Siaga Covid-19 di RW VI Kelurahan Panggung Lor ini, yang mana juga dilengkapi dengan rumah karantina, dapur umum, juga lumbung pangan,” ungkapnya.

“Tadi kita sudah keliling. Sangat luar biasa, karena didalam kampung ini ada dapur umum, ruang isolasi mandiri dan pembuatan produksi jamu penambah imun. Ini sangat luar biasa kehidupan warga yang mengutamakan gotong royong. Dari warga untuk warga,” sambungnya.

Kampung Siaga, sebut Lutfi, juga efektif mencegah terjadinya kejahatan. Dia menyebut pada Mei 2020 terjadi 286 kejahatan seperti pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, pembakaran, peredaran uang palsu, pembunuhan, perkosaan, peredaran gelap narkotika, penipuan hingga perjudian.

Jumlah itu menurun di banding Maret 2020 yang tercatat terjadi 813 kasus, sedangkan di bulan April ada 660 kasus. Jumlah itu merupakan kasus yang masih dilakukan penyelidikan maupun sudah selesai penanganannya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang mendampingi Lutfi dalam memantau Kampung Siaga Covid-19 ini mendukung penuh program yang dibuat Polda Jawa Tengah dalam mencegah penyebaran virus yang berasal dari Wuhan.

“Mendukung penuh pendirian kampung-kampung siaga tersebut sebagai wujud keseriusan kita mengahadapi penyebaran Covid. Di Kota Semarang didirikan 28 Kampung Siaga Covid-19, ini membuktikan kedisiplinan dari masyarakat menjadi kunci dalam menuntaskan pandemi Covid-19,” ujar Hendi, sapaan akrabnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here