DOKUMENTASI RUMPAN.ID
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Lutfi memberikan keterangan pers di hadapan awak media di Mapolresta Surakarta, Selasa (11/8/2020) petang.

SURAKARTA – Penyidik kepolisian menetapkan empat orang tersangka dari lima pelaku yang ditangkap dalam kasus pengeroyokan terhadap habaib di Solo. Adapun satu pelaku lainnya hingga kini masih dalam proses penyidikan.

Mereka sebelumnya melakukan pengeroyokan terhadap Habib Umar Assegaf dan keluarganya pada acara midodareni (doa di malam sebelum akad nikah) yang digelar di Jl Cempaka Kp Mertodranan, Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Sabtu (08/08/2020) lalu.

Pelaku berinisial BD, ML, RN, MM dan MS. Kelimanya diancam dengan Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP tentang Kekerasan Terhadap Orang di Muka Umum.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya dan Mabes Polri telah mengantongi identitas pelaku lain yang belum tertangkap.

“Saya telah memerintahkan kepada seluruh Kapolres se-Jateng untuk menangkap pelaku. Tidak ada tempat untuk kelompok intoleran di wilayah hukum Jawa Tengah,” kata Kapolda saat menggelar jumpar pers, Selasa (11/8/20).

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan melaporkan kepada Polri apabila menjumpai aktivitas yang mencurigakan dari kelompok intoleran.

“Polri memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat, sehingga tidak perlu takut. Manakala menjumpai adanya hal yang mencurigakan terkait dengan kelompok intoleran laporkan kepada kami, akan kami tindak,” ujarnya.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat Polresta Surakarta dibantu Polda Jateng dan Mabes Polri. Sementara dalam kegiatan press release tersebut dihadiri Dirkrimum Kombes Pol R Yoseph Wihastono Yoga Pranoto, Kapolres Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dan Wadir Ditpidum Bareskrim Polri Kombes Pol Dicky Patria Negara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here