FOTO RUMPAN.ID/NANDA KHOHAR
Salah satu tempat karaoke di Resosialisasi Argorejo alias Sunan Kuning (SK) di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (10/10/2019).

SEMARANG – Sejumlah pengusaha di Kawasan Resosialisasi Argorejo alias Lokalisasi Sunan Kuning (SK) khawatir sumber pendapatan mereka akan hilang seiring akan ditutupnya lokalisasi itu.

Penutupan yang rencananya akan dilakukan 18 Oktober mendatang itu artinya tak hanya meresahkan para pekerja seks komersial (PSK) di sana. Warga di sana ada yang membuka usaha mulai dari warung makan, warung kelontong, laundri hingga usaha rumah kos.

Salah satu pemilik usaha karaoke di sana, Jumaroh, mengaku omzetnya menurun drastis paskapemberitahuan akan ditutupnya SK.  

“Padahal saya harus bayar listrik, sekolah anak. Kami sebagai pemilik usaha belum menerima kabar akan dapat dana tali asih atau tidak seperti para PSK,” kata Jumaroh saat ditemui rumpan.id, Kamis (10/10/2019).

Hal senada diungkapkan Sutino, salah satu warga yang punya usaha warung bakso di sana. Sutino mengaku pendapatan warung baksonya berkurang karena pengunjung mulai sepi.

“Setelah ada kabar penutupan SK pengunjung jadi sepi. Pendapatan saya berkurang, biasanya pengunjung ramai terus makan di tempat saya, sekarang pengunjung sepi warung juga ikut kena imbasnya,” ungkap Sutino.

Sesuai dengan perintah sila ke-5 Pancasila tentang keadilan sosial,  alangkah bijaksana apabila Pemerintah Kota Semarang memikirkan nasib para pemilik usaha di SK ke depannya. Sebab, selama ini mereka sangat menggantungkan kehidupan perekonomian keluarganya dari hasil usaha mereka di lokalisasi tersebut.

Lokalisasi itu ada sejak 1966, terletak di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang. Di sana ada 6 Kelompok Rukun Tetangga (RT). (Nanda Khohar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here