FOTO DOK HUMAS POLRI
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (tiga dari kanan) diapit Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, bersama sejumlah Pejabat Utama Mabes Polri, ketika menerima dua penghargaan, di Gedung The Tribrata, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

JAKARTA – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menerima penghargaan dari 2 menteri atas prestasinya dalam pengelolaan keuangan dan penanganan bencana.

Penghargaan pertama diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait reformasi pengelolaan keuangan RS Bhayangkara melalui badan layanan umum (BLU), sementara penghargaan kedua diberikan Menteri Kesehatan Nila Djuwita F Moeloek terkait penanganan bencana. 

Penghargaan itu diberikan saat pembukaan rapat kerja teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri, Pusat keuangan Polri, Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri dan Pusat Sejarah (Pusjarah) Polri, yang dilaksanakan Kamis (21/2/2019) di Gedung The Tribrata, Jakarta Selatan. 

Dalam sambutannya, Sri Mulyani, menilai RS Bhayangkara telah berhasil melaksanakan pengelolaan keuangan secara profesional, akuntabel dan terintegrasi.

“Hal ini jadi contoh bagi BLU lain dalam pengembangan pelayanan kepada masyarakat secara profesional,” kata Sri Mulyani dalam sambutannya, sebagaimana siaran pers yang diterima rumpan.id dari Humas Polri. 

Sri Mulyani juga menekankan bahwa tugas utama BLU adalah untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan, bukan semata-mata mencari keuntungan finansial.

Prinsip utama dari BLU adalah efisiensi, produktivitas, dan kualitas pelayanan.

“Tiga prinsip tersebut telah diterapkan dengan sangat baik oleh banyak RS Bhayangkara di lingkungan Polri,” lanjutnya.

Pada kesempatan itu juga, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, menilai Polri sangat berkontribusi besar dalam keberhasilan penanganan bencana di tanah air, khususnya dalam pelaksanaan identifikasi korban oleh Tim DVI Polri.

Dia juga menyampaikan terima kasih dan apreasiasi kepada Polri yang telah mengerahkan sarana dan prasarana yang dimiliki dalam berbagai operasi kemanusiaan, seperti helikopter dan pesawat untuk penanganan bencana maupun pengamanan arus mudik Idul Fitri.

“Kerjasama antara Polri dengan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat terus terselenggara dengan baik di masa yang akan datang,” kata Nila.

Menanggapi hal tersebut, Tito menyebut upaya untuk mewujudkan Polri yang profesional, modern, dan terpercaya terus dilaksanakan di seluruh bidang.

“Ini membutuhkan kerjasama yang baik dengan seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Tito Karnavian.

Dia menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Keuangan yang telah memberikan dukungan sangat besar dalam upaya mewujudkan Polri yang semakin dipercaya masyarakat.

Di antaranya; pengalokasian anggaran yang sangat besar kepada Polri dan mendukung peningkatan tunjangan kinerja hingga 70% kepada personel Polri. Dengan ruang fiskal yang luas, Polri berhasil melaksanakan modernisasi dan menyelenggarakan tugas pemeliharaan keamanan dalam negeri dengan baik.

Kapolri juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada Menteri Kesehatan yang telah memberikan dukungan dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh Polri, seperti penanganan bencana dan pengamanan arus mudik Lebaran. Kerja sama tersebut diharapkan dapat terus ditingkatkan pada masa selanjutnya.

Sementara itu, kegiatan rapat kinerja teknis Puslitbang Polri, Puskeu Polri, Pusdokkes Polri dan Pusjarah Polri, diikuti 505 peserta dari seluruh Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasum Polri Komjen Pol Putut Eko Bayuseno, beserta Pejabat Utama Mabes Polri, Kapuskes TNI, Kaladokgi TNI AL, Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan,  Direktur Penanganan Pengungsian BNPB,  Wakarumkit Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto, serta Para Direktur Bank Himpunan Bank Negara (Himbara) dan Manager South East Asia AFP.

Dihubungi terpisah, Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera, berargumen, secara teologi, tujuan dan manfaat dibuatnya rumah sakit adalah dalam rangka menyembuhkan orang sakit. Maka, kehadiran utama Rumah Sakit Polri adalah harus mampu mengedukasi masyarakat untuk hidup secara baik dan sehat, sehingga tidak mudah sakit.

“Hal ini didukung manajemen Polri yang sampai ke lapisan masyarakat yang paling kecil, yaitu adanya fungsi Bhabinkamtibmas,” kata Yosep.

Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum
Theodorus Yosep Parera

Dia menyebut, pengelolaan keuangan yang baik menjadi contoh bagi semua pelayanan kesehatan agar mampu maksimal melayani semua manusia Pancasila di rumah Indonesia secara baik dengan uang dari negara yang memang merupakan uang rakyat.

Dia menekankan, penghargaan bukanlah capaian akhir sebuah perjalanan pelayanan Polri di bidang kesehatan, tapi merupakan perintah dan kewajiban baru untuk lebih maksimal dalam melayani rakyat Pancasila yang butuh teladan.

“Berjuang terus Polri, dan bravo untuk contoh teladan Kapolri yang sangat Pancasilais dalam pengamalan sila kelima Pancasila,” tegasnya. (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here