DOKUMENTASI RUMPAN.ID/ FOTO NANDA KOHAR
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosil Kementerian Sosial RI Harry Hikmat (kiri) menyerahkan simbolis bantuan 21 paket sembako kepada Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Ignatia Sulistya Hartanti, di Pendopo Bupati Semarang, Rabu (8/7/2020).

UNGARAN – Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial menyalurkan bantuan sembako bagi gelandangan, pengemis, Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), eks napiter dan juga warga terdampak Covid-19 melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di Semarang.

Acara penyerahan simbolis bantuan sembako tersebut dilaksanakan di Pendopo Bupati Semarang yang beralamat di Jalan Sidomulyo Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.

Hadir dalam acara tersebut adalah Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI beserta Staf, Bupati Semarang Mundjirin, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Kabupaten Semarang, LKS Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Yayasan Keramas serta perwakilan masyarakat penerima manfaat.

“Kehadiran kami ke daerah ini dalam rangka untuk mengurangi resiko akibat wabah Covid-19 kepada warga yang terdampak, melalui LKS yang ada di Jateng” terang Harry Hikmat selaku Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI dalam sambutannya di Pendopo Kabupaten Semarang, Rabu (8/7/2020) pagi.

Harry menyebut wabah Covid-19 ini merupakan bencana nasional yang dampaknya dirasakan seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat yang masuk dalam program rehabilitasi sosial di Kementerian Sosial.

Maka dengan dasar inilah negara melalui Kemensos RI melakukan refocusing anggaran dari lima Direktorat yang ada di Dirjen Rehabilitasi Sosial, untuk mengalokasikan sebanyak 34.168 paket sembako, dengan total anggaran sebesar Rp. 10.250.400.000.

“Di Jawa Tengah ini kami menitipkan sebanyak 974 paket bantuan sembako, dengan total anggaran untuk bansos sembako ini sebesar Rp. 292.200.000,-“ sebutnya.

Diakui oleh Harry bantuan tersebut dialokasikan melalui LKS di empat Kabupaten dan Kota yang ada di Jawa Tengah.

Salah satunya adalah LKS Rumah Pancasila dan Klinik Hukum di Kota Semarang merupakan lembaga yang menangani Bekas Warga Binaan Pemasyarakatan (BWBP) Teroris, dan Yayasan Keramas yaitu lembaga yang menaungi gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang ada di Kabupaten Semarang.

DOKUMENTASI RUMPAN.ID
Penyerahan paket sembako oleh tim Advokat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Dwi Wijayanti (Tengah) dan Advokat Saipul (Kanan) kepada perwakilan pengurus Yayasan Persadani Sri Puji (kiri) di Kantor Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Kota Semarang, Rabu (8/7/2020).

Harry berharap bantuan yang diberikan kali ini benar-benar tepat sasaran, sehingga jika selama pandemi ini masih ada warga yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah, maka kehadirannya ini bisa menjadi jawabannya.

Harry juga mengatakan terkait penanganan Covid-19 ini, kini pemerintah telah memberikan kelonggaran pelaksanakaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah yang masuk zona merah pandemi Covid-19. Dengan tujuan supaya masyarakat bisa lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan roda perekonomian bisa kembali bangkit.

Namun yang harus menjadi perhatian masyarakat dengan memasuki era new normal ini, saat beraktifitas masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat kasus penyebaran Covid-19 ini masih terus mengalami peningkatan.

“Jangan sampai ada masyarakat yang beranggapan masa new normal ini, kehidupan sudah kembali seperti sediakala, masyarakat jadi bebas beraktifitas tanpa masker, bukan seperti itu. Justru masa inilah masyarakat harus lebih tertib dalam menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Pada kesempatan itu Bupati Semarang Mundjirin juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Kemensos RI melakui LKS Keramas. Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada 300 penerima manfaat seperti pemulung, gelandangan dan pengemis yang ada di daerahnya.

Harapannya bantuan yang diberikan tersebut dapat meringankan beban warganya yang selama ini terdampak pandemi Covid-19.

“Semoga bantuan yang diberikan Kemensos RI ini bermanfaat bagi para Gepeng dan dapat mengurangi beban hidup mereka akibat Pandemi ini,” ungkap Mundjirin dalam sambutannya.

Sementara itu di kesematan lain Dewan Pengawas Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Ignatia Sulistya Hartanti menyambut baik dengan adanya bantuan yang diberikan kepada eks napiter melalui lembaganya.

Diakui Tanti sapaan akrabnya, dalam program ini Kementerian Sosial RI menyerahkan sebanyak 21 paket sembako, dengan total anggaran Rp. 6.300.000,- ke lembaganya. Selain itu pihaknya juga menerima uang tambahan sebesar Rp. 600.000 untuk biaya distribusi bantuan sembako tersebut.

Untuk teknis penyalurannya sebut Tanti, Bantuan itu diserahkan kepada Yayasan Persadani yang mewadahi mitra-mitranya, untuk kemudian disalurkan ke rumah masing-masing mitranya yang tersebar di wilayah Jawa Tengah.

“Kebetulan rumah mitra kami ini kan jauh-jauh ada yang di Purwokerto, Brebes, Yogyakarta, Kudus, kalau yang Kota Semarang aman lah. Ya.. semoga anggaran Rp. 600.000 dari Kemensos ini cukup untuk beli BBM, karena apapun itu kami harus membagikan sesuai data yang ada di kami,”tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here