Foto Erna Virnia
Pasnita Band saat perform di acara pembukaan pelatihan keterampilan bersertifikasi di Lapas Perempuan Klas IIA Semarang, Senin (10/2/2020)

SEMARANG – Berada di balik jeruji besi penjara tak membuat para perempuan ini surut semangat menyalurkan hobi. Salah satunya; mereka ini terus mengasah bakat lewat bermusik.

Mereka ini para penghuni Lembaga Perempuan Kelas IIA Semarang alias Lapas Bulu. Beberapa narapidana alias warga binaan pemasyarakatan (WBP) di sana membentuk grup band.

Dinamai Pasnita Band akronim dari Lapas Wanita. Sebelumnya nomenklatur lapas ini memang bernama Lapas Wanita sebelum berganti menjadi Lapas Perempuan Semarang.  

Para personilnya; Mustikah Joy (gitar), Rizka Dian (kibor), Nadalee (bass dan backing vocal), Rissa Stephanie (vokal) dan Melika Meilani (drum). Semuanya adalah narapidana kasus penyalahgunaan narkotika.

“Awalnya saya dulu bergabung kelompok Pasnita Band, yang dibentuk oleh lapas, tapi kendalanya ya itu, karena kebanyakan dari temen-temen dulu sudah pada bebas, jadi tinggal saya sendiri, sejak itu sesuai arahan petugas akhirnya saya mengadakan audisi dan ketemulah dengan mereka-mereka ini,” terang Nadalee saat ditemui rumpan.id Senin (10/2/2020) siang di Lapas Bulu.

Nadalee mengaku dulunya adalah pemain musik, sehingga bakat dan hobinya itu tetap disalurkan meski kini dia dipenjara.

Soal bongkar pasang personil, Nadalee sempat tidak yakin dengan kekosongan personil Pasnita Band. Dia sempat kesusahan untuk menemukan pemain-pemain baru apalagi menemukan chemistry dari kelompok yang dibentuknya.

Namun lama-lama akhirnya mereka saling menemukan kecocokan satu sama lainnya. Itu menjadi bagian dari suka duka mereka dengan latar belakang masing-masing personilnya.

“Jadi dulu sering saat proses latihan itu ada yang sampe nangis gak tahan dibentak-bentak biar bisa kompak aja sih, tapi lama-lama akhirnya kita bisa menemukan chemistry dari masing-masing personil,” ungkapnya.

Bongkar pasang personil di Pasnita Band memang sangat maklum terjadi. Sebab, hukuman mereka berbeda-beda. Ketika satu personil bebas penjara, otomatis harus mencari penggantinhya. 

Aktivitas bermusik ini sangat berharga bagi mereka, sebab punya kesibukan yang sangat positif dalam mengisi hari-harinya menyelesaikan masa hukuman. Mereka juga berterima kasih kepada petugas karena sudah memfasilitasi sesuai bakat dan minat mereka.

Membentuk sebuah band dengan berbagai latar belakang memang tidaklah mudah, hal ini dirasakan oleh semua personil. Seperti Mustikah Joy alias Joy ni mengaku bahwa memang dari dulu dirinya menyukai musik, dan memang sudah bisa main gitar maka tidak susah untuk menyesuaikan diri.

Pengalaman baru belajar musik juga dirasakan oleh Rizka sang kibordis. Dia  mengaku justru bisa main kibor saat sudah masuk di lapas perempuan, karena awalnya dulu hanya suka musik saja.

“Iya dulu awalnya saya gak bisa main musik apalagi kibor ini, tapi karena dulu sering diajari sama senior, lama-lama jadi seneng dan sekarang jadi bisa main. Seneng aja mendapat sesuatu yang baru dan bermanfaat,” ungkap Rizka.

Hal lain juga dirasakan oleh Rissa Stepanie sang vokalis, Rissa mengaku kalau dulu saat masih berada di luar dirinya memang punya grup musik, dan sering diundang pas acara event-event. Kini bersama Pasnita Band dirinya bisa mengasah kemampuan vokalnya lagi.

Rissa bersyukur karena selama ini bersama grupnya yang baru masih bisa berkarya walaupun masih membawakan lagu orang lain, namun dari dalam hatinya ingin sekali menciptakan sebuah lagu untuk dinyanyikan bersama grup bandnya.

“Iya memang pengen sekali buat lagu, tapi waktunya belum bisa,” ungkapnya.

Saat ditanya oleh rumpan.id bukankah di lapas waktunya sangat luang untuk merenung dan mengasilkan sebuah lirik lagu. Rissa mengaku bahwa dirinya kadang masih ingat anak-anaknya yang kadang membuat dirinya tidak fokus.

“Memang di sini banyak waktu, tapi saya itu sering tiba-tiba keingget anak, jadinya nangis. Tapi lama-lama anak saya yang justru marah, kalau pas saya kangen terus telepon, kan pasti nangis, anak saya bilang, kalau masih nangis terus mending gak usah telepon, nah sejak itu saya belajar ikhlas semoga niat untuk buat lagu diberi kemudahan,” ungkapnya.

Sementara itu Melika Meilani warga asli Semarang yang baru masuk 1 bulan dengan kasus narkoba juga mengaku bahwa seneng menemukan teman-teman baru yang memiliki hobi sama yaitu musik.

Sebagai drummer bukan sesuatu yang baru bagi dirinya, karena memang sebelumnya memang dirinya pemusik. Di akhir wawancara bersama rumpan.id pucuk pimpinan Pasnita Band Nadalee berharap ke depan ada band-band lain di luar yang mengajaknya kolaborasi. Karena dirinya mengaku selama bergabung di grub band ini baru sekali diajak kolaborasi di luar lapas yaitu saat itu diundang pada sebuah acara di Kendal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here