FOTO DOK. LAPAS KELAS I SEMARANG
Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas I Semarang yang bebas dalam rangka antisipasi terjangkitnya Covid-19, pekan ini.


SEMARANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang membebaskan sebanyak 262 warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana melalui jalur asimilasi, subsider dan integrasi dalam upaya pencegahan Virus Corona (Covid)-19 terhadap para narapidana di lingkungan lapas.

“Semua proses pengeluaran dan pembebasan narapidana dan anak yang kami tangani adalah bagi para WBP yang memenuhi syarat pembebasan baik melalui jalur asimilasi di rumah, subsider dan juga jalur integrasi,” terang Kepala Lapas Kelas I Semarang Dadi Mulyadi melalui keterangan tertulis yang diterima rumpan.id Sabtu (4/4/2020).

Lebih lanjut Dadi menjelaskan bahwa pembebasan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, adapun tahap pertama dilakukan pada Kamis (2/4/2020), yaitu sebanyak 55 orang dengan rincian yaitu; melalui jalur asimilasi di rumah dan menjalani subsider sebanyak 42 orang, melalui cuti bersyarat sebanyak 12 orang dan melalui pembebasan bersyarat sebanyak 1 orang.

Sedangkan untuk pembebasan tahap kedua dilakukan pada Sabtu (4/4/2020) yaitu sebanyak 32 WBP, dan rencananya dilakukan hari ini Minggu (5/4/2020) pihak Lapas akan kembali membebaskan narapidana tahap ketiga sebanyak 41 orang.

“Memang proses pembebasan dari kuota 262 WBP ini kami lakukan secara bertahap, karena mereka ini harus menyelesaikan syarat administrasi dulu sebelum dikeluarkan, selain itu kami juga masih menunggu vonis dari pengadilan,” ungkapnya.

Adapun kriteria pembebasan ini sebut Dadi, yaitu mereka WBP ini telah menjalani 2/3 masa pidana terhitung tanggal 31 Desember 2020 dan tidak terkait dengan PP 28 Tahun 2006 dan PP 99 tahun 2012 (kasus terorisme, narkotika dan psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap keamanan negara, kejahatan HAM berat dan kejahatan transnasional terorganisir lainnya) dan bukan warga negara asing (WNA).

“Dalam proses pembebasan ini kami juga melakukan koordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Semarang dan juga dengan pihak Kejaksaan Negeri Semarang melalui video call,” pungkasnya.

Pembebasan narapidana seperti ini terkait dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM nomor 10 tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak dalam rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran COVID-19 dan Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here