FOTO DOKUMENTASI LAPAS KELAS IIA Sragen
Warga binaan Lapas Kelas IIA Sragen ditemani keluarga yang berkunjung mendatangi posko layanan remisi di Unit SDP Lapas Kelas IIA Sragen, Rabu (7/8/2019).

SRAGEN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen membuka Posko Pelayanan Remisi. Melalui posko ini, keluarga dari para terpidana yang mendekam di lapas tersebut bisa memperoleh informasi seputar remisi.

“Jadi pihak keluarga bisa lebih mudah mengakses informasinya,” ungkap Kalapas Kelas IIA Sragen, Yosef Benyamin Yambise, kepada rumpan. id, Kamis.

Posko yang resmi dibuka sejak Rabu (7/8/2019) itu tersebut tentunya berada di komplek lapas. Setiap harinya ada petugas yang khusus ditempatkan di sana untuk melayani permohonan informasi tentang remisi bagi para kerabat atau keluarga dari warga binaan penghuni lapas itu.

Yosef mengatakan, sebelum ada posko itu, sudah ada program self service. Itu diberikan kepada warga binaan yang ingin tahu apakah mendapat remisi atau tidak, termasuk besaran remisinya jika mendapatkan.

“Sekarang keluarganya juga bisa tahu,” lanjutnya.  

Yosef menyebutkan cara keluarga, kerabat maupun warga binaan pihaknya mengakses layanan itu adalah mendatangi langsung posko yang sudah ditempatkan petugas. Selanjutnya petugas akan memberikan informasi yang diakses dari Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) Lapas Sragen.  

Dia juga mengatakan pembukaan posko ini merupakan tindak lanjut dari arahan Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah maupun dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham untuk penguatan pelayanan integritas. Salah satu tujuannya juga untuk mewujudkan lapas sebagai tempat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).  

“Sebelumnya ada teleconferense dengan Dirjen Pas terkait peningkatan pelayanan lapas ,” lanjutnya.  

Di sisi lain Yosef juga mengajak masyarakat khususnya pihak keluarga untuk turut mengawasi anggota keluarganya yang ditahan agar terus berkelakuan baik.

“Jadikan bisa diakses keluarga, mereka bisa tahu apakah dapat atau tidak (remisi), jika tidak dapat di situ juga sudah ada keterangan alasannya, apakah ada pelanggaran yang dilakukan, jadi harapannya warga binaan ini akan lebih disiplin,” tutupnya. (sutrisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here