Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto dengan empat wakil ketua, yakni Sukirman, Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono, dan Quatly Abdulkadir Alkatiri ketika mengambil sumpah dan janji di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Jateng, Senin (30/9/2019).

SEMARANG – Lima pimpinan definitif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng resmi dilantik berdasarkan surat keputusan penetapan dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Mereka adalah Bambang Kusriyanto (PDI Perjuangan) sebagai Ketua DPRD Jateng dengan empat wakil ketua yakni Sukirman (Partai Kebangkitan Bangsa), Heri Pudyatmoko (Partai Gerindra), Ferry Wawan Cahyono (Partai Golkar), dan Quatly Abdulkadir Alkatiri (Partai Keadilan Sejahtera).

Pengucapan sumpah dan janji pimpinan dewan dipandu Ketua Pengadilan Tinggi Jateng, Sri Sutatiek di ruang rapat paripurna Gedung DPRD Jateng, Senin (30/9/2019).

Setelah mengucapkan sumpah dan janji, kelima pimpinan dewan menandatangani surat pelantikan serta pakta integritas yang antara lain berisi pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pada kesempatan itu, Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto menegaskan, pengucapan sumpah dan janji bukan sebuah formalitas pelantikan. Dia mengklaim akan menaatinya hingga periode jabatannya habis.

“Baik yang terkait tugas dan fungsi legislasi, anggaran, maupun pengawasan,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini.

Dia juga akan memegang nilai-nilai Pancasila dalam mengambil langkah. Tentu juga mengajak seluruh anggota DPRD Jateng untuk melakukan perbaikan ke dalam secara makro dalam mewujudkan parlemen modern yang menjadi cita-cita seluruh parlemen di dunia.

Dikatakan, DPRD Jateng masih memiliki tiga pekerjaan besar yang harus segera diselesaikan yaitu pengesahan Perda APBD Jawa Tengah 2020, Perda Perhubungan, dan Perda tentang Pembentukan PT Sarana Migas. “Untuk itu, sinergitas antara eksekutif dengan legislatif menjadi kunci keberhasilan kita,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengingatkan agar seluruh anggota legislatif peka dalam situasi politik nasional saat ini. Artinya, sila Keempat Pancasila, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakian, harus dipegang teguh.

Demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah pada pekan lalu, mengakibatkan korban berjatuhan. Jateng menjadi daerah yang aksi demonstrasinya berlangsung damai karena dukungan masyarakat dan mahasiswa yang punya kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi.

“Bahkan sampai jatuh korban jiwa dua mahasiswa di Kendari dan luka-luka di berbagai tempat, yang korbannya adalah pelajar dan mahasiswa. Konflik di Papua juga tidak kunjung selesai, malah semakin memburuk dengan adanya kerusuhan di Wamena hingga menimbulkan korban,” jelasnya.

Ganjar mencatat, hingga kemarin, sudah ada 32 korban. Salah satunya Soeko Masetiyo, seorang dokter asal Yogyakarta. Selain itu, ada empat warga Jateng yang tinggal di Wamena, dipulangkan ke Jateng.

“Segala sesuatu yang tidak terkontrol, akan membawa risiko ini. Mudah-mudahan kita semua bisa mendukung upaya untuk sama-sama menjaga kondusivitas Republik Indonesia,” harap mantan anggota DPR RI yang juga politisi PDI Perjuangan ini.

Karena itu, dia berharap anggota DPRD Jateng membukakan komunikasi seluas-luasnya, baik dengan bertatap muka, maupun melalui kanal-kanal sosial media.

“Mari ciptakan Jateng sebagai provinsi yang pemerintahannya dekat dengan rakyat dan selalu bersama sama mencari solusi untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here