Mahasiswa Kelompok 37 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri Inisiatif Terprogram dari Rumah (MIT-DR) ke-12 Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang mengajak rekan-rekannya menjiwai peran Walisongo. Nilai-nilai kehidupannya sangat penting untuk diterapkan mahasiswa sebagai agen perubahan.

Ajakan itu dilakukan saat Webinar via daring, Selasa 13 Juli 2021. Ada 105 peserta yang ikut, tak hanya mahasiswa setempat, tetapi juga dari UIN Raden Mas Said Surakarta, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon hingga UIN Sutan Syarif Kasim Pekanbaru.  

“Banyak mahasiswa yang belum mengaplikasikan nilai-nilai ajaran Walisongo dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Ketua Pelaksana Webinar Walingsongo Faiz, dalam siaran persnya yang diterima rumpan.id, Selasa.  

Di kalangan mahasiswa, sebutnya, salah satu contoh yang dapat diterapkan adalah menggunakan media sosial sebagai sarana berdakwah.

“Termasuk etika media sosial harus diterapkan, bijak menggunakannya,” lanjutnya.

Pada webinar dengan tema “Menjiwai Peran Walisongo” tersebut, tampil sebagai pemateri adalah Adeni selaku Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo.

Adeni menjabarkan ada 4 ruang gerak mahasiswa yang dapat diadaptasi dari nilai-nilai kehidupan Walisongo. Mulai dari bidang privat atau pendekatan pernikahan, bidang publik atau pengembangan sosial budaya dan pendidikan, bidang politik atau pengembangan pemikiran politik konstruktif terhadap jalannya penyelenggaraan negara dan terakhir bidang pasar atau memiliki etos kerja.

“Agar lebih adaptif terhadap kehidupan sosial. Yang paling penting bagi mahasiswa adalah memiliki kanalisasi atau pemanfaatan teknologi untuk dakwah,” kata Adeni.  

Acara Webinar ini ditutup dengan doa yang dipimpin Abdi Nurkhayat selaku Mahasiswa KKN MIT-DR ke-12 Kelompok 37.  

Penulis: Dzulfiqar Ahmad Rabbani

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here