Jasa Marga Cabang Semarang harus mengimpor alat bernama Weight in Motion Technologi (Si-WIM) untuk mengetahui beban angkutan dari kendaraan berat yang melintas di jalan tol. Sejak dioperasikan awal Januari 2019 lalu, terbukti, banyak angkutan berat yang melanggar ketentuan beban muatan.

Rata-rata, ada sekitar 2 ribu kendaraan yang melintasi jalan tol Semarang setiap hari. Dari angka itu, 40 persen dinyatakan overload. Banyaknya jumlah pelanggar itu membuat Jasa Marga harus mengajukan anggaran lebih untuk perawatan jalan.

Artinya, pelanggar tonase membuat pemerintah merugi. Jika semua pengguna jalan tertib, anggaran pemerintah tidak akan terkuras hanya untuk biaya perawatan jalan.

Sebagai warga yang hidup di rumah Indonesia, alangkah baiknya jika selalu mematuhi aturan yang berlaku. Dengan begitu, anggaran pemerintah bisa dialokasikan untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. (ajie mahendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here