Foto IST/Mantan Napiter Kisworo kerja bakti di sekitar Embung Larangan Kabupaten Brebes Jumat pekan lalu.

Brebes – Melihat embung di dekat tempat tinggalnya mangkrak, mantan narapidana terorisme (napiter) ini tergerak untuk ikut mengelolanya. Nama napiter itu Woro alias Kisworo asal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes.

Woro kemudian menghubungi rekannya sesama mantan napiter yakni Wartoyo yang tinggal di Paguyangan Kabupaten Brebes. Mereka kemudian berkolaborasi, menggerakkan warga bahkan aparatur pemerintah untuk memulai langkah pertamanya: kerja bakti di kawasan embung mangkrak tersebut.

Sudah 3 hari ini, terhitung mulai Jumat 25 September 2020 mereka kerja bakti. Embung itu sudah mangkrak sejak tahun 2013 alias 7 tahun ini.

“Kalau ini dikelola jadi lokasi wisata pasti akan baik, bisa jadi sumber penghasilan warga sekitar,” kata Woro.  

Dia menyebut, lokasi wisata di daerahnya sangat ditunggu-tunggu. Mengingat sampai hari ini belum ada lokasi wisata di sana, apalagi yang murah dan dekat dengan permukiman.

“Buat saya sendiri dan eks napiter yang ada di wilayah Brebes, keberadaan embung ini bisa menambah kegiatan baru dan juga menjadi peluang usaha bagi kami, sehingga dapat menopang kemandirian keluarga kami,” terangnya.

Embung Larangan Brebes yang kondisinya mangkrak tak terawat

Saat kerja bakti, perwakilan dari Dinas Pengairan Kabupaten Brebes yang hadir juga mengaku sangat mendukung dengan adanya rencana dan usulan baik yang disampaikan oleh Kisworo. Pihaknya akan mengupayakan apa yang menjadi harapan warganya dapat segera direalisasikan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Saya dari Dinas Pengairan merasa sangat senang dengan ide dari Kisworo bersama masyarakat yang lain, karena sudah perhatian terhadap asset pemerintah yang mangkrak, kami sadar betul apabila lokasi ini mampu dikelola dengan baik, maka dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat, dengan memanfaatkan lokasi embung menjadi lokasi wisata lokal,” terang Muhaji selaku perwakilan dari Dinas Pengairan Kabupaten Brebes.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilakukan pada pukul 07.30-10.50 WIB, diawali dengan membersihkan lokasi dari semak belukar di atas lahan seluas 5000 meter, rencananya kegiatan ini akan dilakuan secara berkala agar segera bisa disusun rencana lokasi taman wisata keluarga di sekitar embung. Saat kerja bakti, Camat Larangan yakni Broto dan tokoh masyarakat juga hadir.

Kerja bakti di sekitaran Embung Larangan Brebes

Terpisah, Wartoyo sangat mengapresiasi usulan Kisworo dalam rangka mendorong pemerintah daerah untuk mengaktifkan kembali embung larangan yang telah lama mangkrak.

Diakui oleh Wartoyo bahwa selama ini dirinya bersama Kisworo sudah sering melakukan pendekatan kepada aparatur pemerintah dalam rangka meminta dukungan dari berbagai pihak atas inisiasi mereka memanfaatkan area embung menjadi lokasi wisata.

“Ya kami menyadari di daerah sini jarang ada lokasi wisata yang murah, masyarakat  kalau mau mengunjungi lokasi wisata butuh waktu 1 sampai 2 jam untuk sampai ke lokasi, kalau area embung ini dapat diaktifkan lagi, setidaknya ada lokasi wisata keluarga yang lebih dekat dan bisa dinikmati warga sekitar,” jelas Wartoyo saat dihubungi rumpan.id melalui sambungan telepon Jumat (25/9/2020) malam.

Selama ini sebut Wartoyo, pihak desa sudah mengupayakan untuk pembukaan lahan tersebut, tapi ternyata tidak pernah berhasil. Sebelumnya Kisworo juga menyampaikan kepada dirinya bahwa area lokasi embung ini bisa dijadikan destinasi wisata baru dengan memberdayakan masyarakat, sehingga masyarakat memiliki mata pencaharian.

Wartoyo juga berarap jika nanti lokasi wisata ini bisa terealisasi, pihaknya berharap lokasi tersebut selain tersedia wisata air dengan memanfaatkan embung, juga bisa menjadi wisata kuliner dengan memberdayakan mayarakat. Wortoyo juga berharap akan ada quote-quotes  tangkal   radikalisme yang tersebar di area lokasi wisata.

“Iya saya berharap nanti pemerintah mau merealisasikan usulan kami ini, karena memang ini tanah milik pemerintah provinsi Jawa Tengah. Karena harapan saya selain menjadi lokasi kuliner dan wisata air, nanti juga saya akan mengusulkan edukasi bagaimana menangkal paham radikal melalui quotes yang akan kami pasang di setiap sudutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut wartoyo mengaku bahwa dirinya akan segera berkirim surat yang akan ditujukan kepada Bupati Brebes, untuk melakukan audiensi dan juga membahas terkait pemanfaatan Embung Larangan ini.

“Sejak Hari Jumat (25/5/2020) sampai waktu yang tidak ditentukan sambil menunggu respon surat yang kami kirimkan, bersama masyarakat kami terus melakukan kerja bakti membersihkan area embung. Selama ini kami menggunakan anggaran kami sendiri, tau sendiri Mbak kalau kami minta-minta birokrasinya susah,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here