FOTO RUMPAN.ID
Siti Rukmana Sitorus Pane alias Ana istri dari Bagus Kurniawan ketika ditemui di rumah kontrakannya di Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (6/6/2020).


SUKOHARJO – Meninggalnya Bagus Kurniawan (26) seorang tersangka kasus terorisme di Rumah Sakit Bhayangkara TK I Said Sukanto Jakarta pada Selasa (2/6/2020) lalu masih menyisakan kesedihan bagi Siti Rukmana Sitorus Pane alias Ana. Perempuan berusia 24 tahun itu tak lain adalah istri almarhum Bagus.

Di hari ke-5 meninggalnya almarhum alias Sabtu (6/6/2020) rumpan.id menyambangi rumah kontrakan Ana di Dukuh Mantung, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Ketika itu, Sri Banun Aji (71) dan Sumirah (55) yang tak lain adalah mertua Ana, ikut serta.  

Setelah dipersilahkan masuk, rumpan.id diterima di kamarnya Ana. Sumirah ketika itu langsung menggendong cucunya, yang umurnya baru 1 bulan. Kakaknya baru usia 2 tahun.

Saya langsung turut mendekati bayi yang ada dalam gendongan neneknya itu. Namun tetap tidak sampai menyentuh bayinya karena apapun itu tetap mematuhi protokol kesehatan apalagi masih di tengah pandemi Covid-19 seperti ini.

“Waaaah ganteng ya babynya… wajahnya kaya bule ya Mbak, imut banget…?,” seru saya kepada Ana.  

Dengan ramah Ana langsung menjawab.

“Iya Mbak.. aku juga dari kemarin mikir kok anaku mirip bule ya… (sambil tersenyum) heran aja mbak, mungkin dulu Abinya juga begitu Mbak waktu bayi,” jawab Ana, sambil disambut tawa semua orang yang ada di ruang kamar Ana.

Di rumah kontrakan itu, Ana tinggal bersama 2 anaknya. Ketika saya datang, sempat ada tamu 2 orang teman Ana, namun tak lama mereka langsung pulang. Keduanya berjilbab dan bercadar.  

Wanita manis kelahiran 29 Desember 1996 di Kotapinang Sumatera Utara ini mengaku, awal kenal dengan suaminya yaitu melalui media sosial Facebook pada tahun 2016 silam. Diakuinya bahwa perkenalannya tidak serta merta namun atas informasi dari sesama temannya di Facebook.

“Iya dulu ketemunya dengan suami saya di Facebook Mbak, jadi awalnya kan dia (Alm. Bagus) tiba-tiba add akun saya, saya terima, setelah itu saya kaget aja dia langsung inbox saya, dan isinya itu dia mau ngajak serius, kan saya kaget dan gak percaya Mbak, tapi saya coba untuk menguji kesungguhan dia… eh dia datang beneran Mbak,” akunya.

Ana juga mengaku sejak itulah komunikasi keduanya berjalan lebih intens, menjadi sering menyapa dan saling bertukar kabar, sampai akhirnya pada September 2016 Bagus berkunjung ke rumah Ana di Kotapinang dengan maksud untuk bersilaturahmi bertemu keluarga besar sekaligus untuk membuktikan keseriusannya menikahi Ana.

“Waktu itu suami saya nekat Mbak, jadi pada bulan September 2016 tepatnya beberapa hari sebelum Iduladha, dia datang ke rumah, memang sengaja dipilih waktu itu karena pada momen itu kan keluargaku pada kumpul, di sanalah suami saya langsung bilang kalau mau serius,” jelasnya.

Ana menyebut masih tidak percaya dengan kedatangan Bagus yang secara gentle datang langsung menemui ibunda Ana dan keluarganya.

“Padahal Mbak.. Itu suami saya ternyata pertama kalinya pergi keluar Jawa, dan pertama kalinya juga naik pesawat.. hehe.. Saya bersyukur banget waktu awal ketemu ya Alhamdulillah langsung cocok,” sambung Ana sambil tersenyum mengenang keseriusan mendiang suaminya.

Menikah

Butuh waktu sekira 8 bulan Ana memantapkan hatinya kepada Bagus, kemudian pada 4 April 2017 keduanya memutuskan untuk menikah. Didampingi oleh ayahanda dan saudara iparnya Bagus terbang untuk kedua kalinya ke Kotapinang, kali ini untuk menikahi sang pujaan hatinya.

“Iya waktu itu datang sama Bapak ya Pak?,” Tanya Ana kepada Bapak mertua yang juga turut mendengarkan perbincangan kami.

Ana mengaku ketika itu suami dan keluarganya hanya tinggal selama 2 hari di Kotapinang, setelah selesai  walimahan di sana, Ana langsung diboyong oleh Bagus ke rumahnya yang berada di Kemlayan, Kecamatan Serengan Kota Surakarta.

“Di rumah (kediamannya Bagus red.) ada walimahan lagi kalau istilah orang sini ngunduh mantu ya, jadi untuk mengundang teman-temannya suami saya, biar pada tahu kalau kami sudah menikah,” terang Ana.

Selama menikah Ana pun bersyukur karena kehidupan keluarganya dilingkupi dengan kebahagiaan, keharmonisan. Dia juga mengaku bahwa suaminya sangat sayang kepada dirinya, apalagi ketika Ana hamil muda anak pertama.

Kebahagiaan keduanya menjadi lengkap karena pada 25 Agustus 2018 di Kabupaten Sukoharjo, lahir seorang anak laki-laki yang oleh keduanya anak pertama ini diberi nama I (inisial). Namun kehadiran anak pertamanya ini tak mengurangi rasa sayang alm. Bagus kepada istrinya.

“Suamiku itu sangat sopan dan sangat jujur sama saya Mbak, jadi dia itu kalau terlambat pulang kerja waktu itu suami saya kerja di toko Buku Al-Ikhlas, padahal saya belum tanya, dia langsung minta maaf dan langsung cerita panjang lebar alasan telat karena apa, biasanya karena beli bensin dulu, atau hujan deras, karena memang handphone kami cuma satu, jadi saya bawa,” jelas Ana.

Masih terngiang dibenak Ana kata-kata mendiang suaminya saat masih hidup, bahwa mereka akan setia menemaninya di dunia sampai akhirat dan bahagia bersama di surga.

“Cita-cita kita kumpul di surga bareng, bertaqwa kepada Allah SWT. dan aku harus mati dengan kondisi Muslim,” terang Ana.

Suami Berpulang

Saat mendapat berita duka yang disampaikan dari pihak Rumah Sakit Polri  TK I R Said Sukanto Jakarta pada 2 Juni lalu,  bahwa Suaminya telah berpulang karena sakit, Ana sangat terpukul.

Selama beberapa bulan ini, tepatnya sejak November 2019, Ana memang sudah hidup sendiri, sebab suaminya ditangkap Densus 88 Antiteror Polri.  

“Awalnya sempat sedih, karena sedang hamil muda anak kedua, suami ditahan, anak pertama masih kecil, mau apa-apa juga gak bisa karena sering badan saya sering lemes..  dan saya dulu gak bisa naik motor lhooo Mbak, motornya juga ketika itu belum dikembalikan, jadi mau kemana-mana susah,” jelas Ana.

Pada titik itulah wanita berkulit putih yang hobi memasak itu pasrah namun tetap terus berdoa dan berusaha bagaimana agar bisa menjalani hidup bersama kelurga, sampai akhirnya saat masih hamil besar Ana memutuskan untuk berjualan makanan ringan untuk menambah penghasilan dan mengisi kesibukannya di rumah.

“Kalau dihitung matematika manusia penghasilan saya pasti gak cukup Mbak, tapi Alhamdulillah matematika Allah justru dengan penghasilan sedikit malah hasilnya sisa-sisa untuk menghidupi keluarga saya, memang keluarga saya di Medan juga masih sering membantu,” ungkapnya.

Kini anak bungsu dari 7 bersaudara ini mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya. Dirinya yakin bahwa semua yang hidup pasti akan kembali kepada-Nya. Dirinya pun tidak akan menuntut apapun kepada siapapun atas meninggalnya suaminya.

“Saya sudah ikhlas Mbak, sekarang suami saya sudah tidak sakit lagi, sudah bahagia di surga. Jadi saya tidak akan menuntut apa-apa kepada siapapun, karena kita semua ini kan nantinya juga akan kembali to Mbak?,” ungkapnya.

Ana juga berpesan kepada rumpan.id saat akan berpamitan pulang, untuk disampaikan kepada Pak Endro orang yang selama ini mendampingi keluarganya sejak adanya berita duka ini.

“Mbak Sampaikan pesan saya ke Pak Endro, bahwa saya tidak akan menuntut apapun, saya juga tidak akan melaporkan ke Komnas HAM dan juga DPR RI tentang meningglnya suamiku, saya minta tolong disampaikan ya Mbak,” pungkasnya.

Bagus Kurniawan (26) merupakan terduga teroris yang merupakan tahanan Rumah Tahanan Negara Cabang Rutan Mako Brimob Cikeas, Jawa Barat. Dari hasil pemeriksaan Dokter di RS yang diterima rumpan.id Bagus meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.

Hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim medis dari Polri didapatkan tekanan darahnya menunjukkan 110/70, suhu badab 36 derajat, nadi 120 x per menit. Sedangkan dari hasil rotgen dada, terlihat adanya cairan di pleura kanan.

Hal ini sesuai dengan pengakuan Ibunda Bagus, Sumirah dan ayahandanya Sri Banon Aji bahwa waktu kecil Bagus memiliki riwayat penyakit flek pada paru-parunya.

“Iya memang anak saya itu dari kecil sering sakit sesak nafas Mbak, ya kadang gara-gara bau asap obat nyamuk bakar itu Mbak, setelah saya periksakan ternyata ada flek di paru-parunya itu,” tandas Sumirah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here