FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN
Habib Haddad Alwi Assegaf


WONOSOBO – Masih ingat atau pernah dengar album-album Cinta Rasul pada sekitaran 1999 hingga 2000an? Pelantunnya adalah Haddad Alwi.

Pada Rabu (16/7/2019) malam bertempat di Kabupaten Wonosobo, sesaat sebelum launching Jamaah Yasin Nusantara (Jaya Nusa), tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum berkesempatan mewawancarai Haddad Alwi, yang merupakan penasihat di Jaya Nusa.

Haddad, demikian beliau ingin disapa, mengatakan itu adalah bagian dari cinta. Ketika membawakan salawat di mana-mana, adalah membawakan cinta. Sebab, Nabi Muhammad ajarannya adalah cinta.

“Jadi, agama Islam itu agama yang dibawa Rasulullah sebetulnya intinya adalah mengajarkan kita ini hidup penuh dengan cinta,” kata Haddad.

Sebab itulah, jika ada seseorang menyebut sedang menjalankan agama tetapi pada saat menjalankannya kehilangan cinta, maka pada saat yang sama, orang itu tidak sedang menjalankan agama. Sebagaimana agama (cinta) yang diajarkan oleh Rasulullah.

Di sinilah, kita semua perlu berbagi, berempati, tidak gampang membenci, tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling bermusuhan.

Lalu bagaimana menemukan cinta?

Haddad menceritakan ketika Nabi Musa bertanya kepada Allah. “Wahai Allah di manakah saya bisa menemui Engkau?,”

“Wahai Musa, temui aku di antara orang-orang, kaum yang lemah, yang hatinya sedang hancur. Apa artinya? Artinya Allah meminta kepada Nabi Musa untuk berkumpul dengan orang-orang yang membutuhkan kebahagiaan, dengan cinta,” lanjut Haddad.

Haddad melanjutkan, ketika kita melihat siapapun yang membutuhkan bantuan kita, kita harus cepat menyambutnya. 

“Kita tidak perlu tanya dulu apa agamanya, apa golongannya, apa partainya apa pilihan presidennya, nggak usah. Dia butuh, kita lakukan sesuatu, itulah cinta,” sambungnya.

Sementara itu, terkait Jaya Nusa, Haddad mengemukakan gerakan itu juga merupakan gerakan cinta kepada negeri dan bangsa Indonesia.  Jaya Nusa ingin menginformasikan kepada masyarakat, bahwa kekerasan, kebencian itu tidak benar.

Apa solusinya? Solusinya adalah cinta. Kita ingin melakukan sesuatu, melawan radikalisme, melawan intoleransi, bukan dengan kebencian. Tetapi dengan cinta.

Sebab itulah, Haddad mengatakan jangan melihat Jaya Nusa hanya untuk kaum Muslimin saja, tetapi untuk semuanya.  

“Bahkan untuk tumbuhan dan binatang, Jaya Nusa datang dengan cinta,” tutupnya.

Kegiatan launching sekaligus Jaya Nusa Bersholawat itu digelar di Gerbang Wisata Mandala, Terminal Mendolo, Kabupaten Wonosobo. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir di sana.

Selain Haddad Alwi, hadir pula Habib Abdurrahman bin Muhammad Al-Atthos (Solo), K.H. Muhammad Baiya Firjaun Barlaman (Gus Firjon) dan H. Idham Cholid (Ketua Umum Jaya Nusa) (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here