FOTO RUMPAN.ID/MEMED
sejumlah pelajar mengikuti kejuaraan daerah taekwondo yang digelar Pemerintah Kabupaten Semarang di GOR Wujil, Kabupaten Semarang, Kamis (23/1/2020)

Di bawah surga langit-Mu

Berjubah putih perintah-Mu

Terwujud segala kebaikan-Mu

Hiasi indah alam-Mu

Tuhan terima kasih ku ucapkan kepadamu

Utus…. Utuslah aku tuk bangsaku ini

Agar aku mampu berkarya dalam kasih-Mu

Lirik di atas merupakan penggalan lagu berjudul Doa Anak Bangsa dari Band Rumah Pancasila yang liriknya diciptakan oleh Filo Parera. Lirik itu adalah rasa syukur yang tertanam di dalam jiwa generasi muda Indonesia.

Rasa syukur bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya berkarya dalam bidang olahraga.

Hal itulah yang sudah dilakukan oleh sekitar 80 atlet taekwondo dari tingkat SD, SMP, dan SMA dalam mengikuti kejuaraan pelajar daerah (Kejurda) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Semarang di kompleks GOR Wujil Kabupaten Semarang , Kamis (23/10/2020).

Kejuaraan ini merupakan bentuk nyata bahwa pemerintah hadir dalam memberikan ruang dan dukungan kepada generasi muda untuk terus berkarya di negeri ini. Walaupun para pemenang dalam ajang Kejurda ini belum bisa bertanding ke jenjang selanjutnya seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas).

“Iya kami bisa maklum dan meminta maaf jika nantinya pemenang dalam Kejurda ini belum bisa mengikuti Popnas, karena syarat dalam mengikuti ajang tersebut harus melalui seleksi dari tingkat kecamatan, kabupaten sampai provinsi,” ungkap Gogo Widyatmoko selaku Kabid Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Semarang saat ditemui rumpan.id di GOR Wujil Kabupaten Semarang, Kamis siang.

Lebih lanjut Gogo menyampaikan bahwa selama ini pemerintah sudah berusaha semaksimal mungkin dalam mewujudkan cita-cita anak didik yang ada di wilayahnya tanpa membeda-bedakan.

Walaupun kadang masih ada sedikit kendala berupa regulasi yang dibuat oleh pemerintah pusat, namun apapun itu diakuinya bahwa di tingkat daerah harus menerima dan menjalankan sesuai dengan aturan yang sudah ada.

“Karena yang berwenang untuk mengambil kebijakan itu berada di pemerintah pusat, maka kami sekedar menjalankan perintah saja, kalau misal ditemui ada masalah itu menjadi bahan evaluasi kepada pemerintah untuk event-event yang akan datang,” terangnya.

Gogo juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk memaknai setiap ajang olahraga yang digelar merupakan dalam rangka menjalin persahabatan, kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan.

Gogo mecontohkan jika event dalam bidang olahraga yang dilakukan antar sekolah di tingkat Kabupaten, maka  siswa sekabupaten itu akan disatukan dalam event tersebut saling mengenal sehingga terwujud sebuah kebersamaan, dan begitu seterusnya. 

“Kebersamaan dalam persatuan dan kesatuan bisa terjalin melalui olahraga, hal ini tidak hanya dilakukan dilingkup dalam negeri bahkan bisa menyatukan antar bangsa jika event itu berskala internasional,” jelasnya.

Pada kesempatan lain Maryono salah satu orangtua yang tengah mengantarkan anaknya bertanding juga sangat mengpresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh pemda setempat dan sudah memberikan ruang kepada anak-anaknya untuk ikut turnamen.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah memfasilitasi anak-anak kami ini ikut bertanding dalam kejuaraan pelajar daerah antarsekolah di Kabupaten Semarang ini,” ungkap Maryono.

Maryono berharap event-event seperti ini akan sering diadakan oleh pemerintah, sehingga anak-anak tidak hanya memiliki keterampilan dalam bidang akademik saja, namun di bidang lain seperti olehraga juga mendapatkan ruang yang sama tanpa ada pembeda.

Diakuinya bahwa di bidang olahraga ini tidak ada yang namanya anak  bodoh atau pintar, semua sama, ketika mereka serius dalam berlatih dan siap untuk bertanding maka dia akan menjadi juaranya. Hal ini merupakan langkah yang sangat postif untuk menanggulangi kenakalan dikalangan remaja, yang masih sering terjadi.

Maryono juga berharap dengan mengikuti kejuaraan ini, jika anaknya lolos menjadi juara, nantinya bisa diikutsertakan dalam mengikuti Popda di tingkat provinsi maupun Popnas ditingkat nasional.

“Karena kebetulan anak saya yang pertama itu sering menjadi juara baik di event taekwondo nasional maupun internasional. Maka saya berharap, anak saya bisa lolos di tingkat Kabupaten ini, dan nantinya bisa menjadi perwakilan dalam mengikuti Popnas,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here