Menjaga kelestarian lingkungan harus menjadi kesadaran semua umat manusia. Sebab, kelestarian lingkungan adalah harga mati dari eksisnya peradaban manusia.

Lingkungan yang rusak tentu membuat kehidupan manusia jadi sulit. Salah satunya untuk mencari di mana kita mau tinggal. Sebut saja; kerusakan lingkungan seperti abrasi yang menerjang pesisir, membuat warga di sana tentu kesusahan.

Di Kecamatan Semarang Utara Kota Semarang misalnya, tepatnya di kawasan Tambakrejo. Di sana, terjadi abrasi parah. Daratan sedikit demi sedikit hilang tergerus ombak pantai utara.

Selain mengikis daratan, abrasi juga menghantam komplek pemakaman umum di sana. Akibatnya, banyak makam-makam yang hilang ditelan ombak.

Saat tim rumpan.id berada di sana, Selasa (27/8/2019) sore, terlihat akses jalan menuju makam hanya tinggal separuh. Jalan yang dibuat dari paving hancur lebur dihantam ombak.

Komplek pemakaman juga mengalami nasib serupa. Terlihat ada beberapa makam yang ditinggikan, makam yang terendam air laut hingga makam yang hancur diterjang ombak.

Beberapa makam di sana terlihat berlubang, menyisakan nisan yang sudah rusak. Lubang itu adalah sisa galian dari pihak keluarga si meninggal yang sengaja memindahkan jenazah si ahli kubur.

Beberapa nisan, baik terbuat dari semen batu maupun dari kayu, terlihat sudah dicabut. Ada juga yang dipinggirkan di daratan.

Sebenarnya, lokasi itu sudah ditanami mangrove baik oleh warga maupun para aktivis lingkungan. Tapi itu terjadi setelah abrasi parah menerjang. Laju abrasi lebih cepat dari pertumbuhan mangrove.

Meski ‘terlambat’ tapi setidaknya itu bisa jadi penahan laju abrasi. Mangrove-mangrove yang ditanam itu punya akar kuat untuk jadi tameng ombak. Melindungi daratan yang tersisa agar tak terus tergerus air laut.

Apa yang terjadi di kawasan itu bisa jadi pelajaran kita semua. Ternyata, kerusakan lingkungan tak hanya menyusahkan orang yang masih hidup, tapi orang mati pun juga ‘terkena imbasnya’.

Lingkungan harus dijaga agar masa depan tak tinggal cerita.

FOTO-FOTO RUMPAN.ID/EKA SETIAWAN

Makam terendam air laut
nisan yang tumbang

sampah sisa air pasang

lubang bekas makam

mangrove-mangrove mulai ditanam sebagai penahan ombak

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here