FOTO RUMPAN.ID/FAJAR NUR NADJIB
Perwakilan dari UTI Pro Kabupaten Semarang menemui Ketua UTI Pro Jawa Tengah, Theodorus Yosep Parera (kanan) yang juga pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, di kantornya Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang, Jumat (8/2/2019). Pertemuan ini dalam rangka persiapan event Kejurnas Taekwono Piala Bergilir Kapolres Semarang Cup.

SEMARANG – Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Kabupaten Semarang kembali menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Piala Bergilir Kapolres Semarang Cup. Kejurnas ini akan diselanggarakan pada April mendatang.

Kejurnas Taekwondo dari Uti Pro Kabupaten Semarang yang akan digelar merupakan kegiatan ke-3, setelah dua kali juga sudah digelar tahun 2016 dan 2018 lalu. Perbedaannya, dua event sebelumnya bukan merupakan piala bergilir.

Ketua UTI Pro Kabupaten Semarang yang juga Ketua Panitia Kerjurnas itu, Hermawanto, menyebut gelaran ini sengaja dihelat mengingat banyaknya taekwondoin yang berbakat sekaligus berpretasi.

“Untuk taekwondoin usia pelajar,” ungkap Hermawan ketika ditemui rumpan.id di Sekretariat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum Komplek Semarang Indah Blok D 15 Kota Semarang, Jumat (8/2/2019).

Saat itu, Hermawan menemui Ketua Uti Pro Jawa Tengah, Theodorus Yosep Parera untuk persiapan kegiatan kejurnas itu. Yosep juga merupakan Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum.

Terkait kejurnas itu, Hermawan menambahkan, sasaran kejuaran ini adalah taekwondoin usia remaja untuk kategori kyourugi dan poomsae yang berasal dari klub atau ranting atau dojang atau cabang di Jawa Tengah dan sekitarnya.

Pihaknya mengatakan, kejuaran ini digagas UTI Pro juga dikarenakan atlet taekwondo yang tergabung dalam UTI Pro tidak bisa mengikuti turnamen semacam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) karena terganjal regulasi.

Namun demikian, untuk kejurnas itu, Hermawan menyebut tidak akan melarang pesertanya, apakah itu dari Uti Pro atau mereka yang tergabung di bawah Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI).

Hermawan menyebut, kejurnas yang digelar pihaknya selalu menyita perhatian para taekwondoin untuk berpartisipasi. Rata-rata, lebih dari 300 atlet yang ikut. Mereka datang dari berbagai wilayah, bahkan ada peserta yang berasal dari Papua ikut turnamen itu. 

“Artinya antusiasme atlet taekwondo juga sangat besar untuk ikut turnamen. Kami selenggarakan ini juga untuk mencari bibit-bibit unggul taekwondoin,” lanjutnya.

Hermawan menjelaskan, kategori yang nantinya dipertandingkan antara lain; kyourugi pra junior putra-putri dibagi menjadi kelas; A (usia 6-7 tahun), B (usia 8-9 tahun), C (usia 10-11) dan D (usia 12-13 tahun), kyourugi junior putra-putri (usia 14-16 tahun) serta kyourugi senior putra-putri (usia 17 tahun ke atas).

Sedangkan untuk kategori poomase, pihaknya membagi menjadi kategori; poomase individu atau perorangan, poomase pair/berpasangan, serta poomase beregu/ team yang masing-masing kategori dikelompokan sesuai usia pra junior (7-13 Tahun), junior (14-16  tahun) serta senior (lebih dari 17 tahun).

Sementara itu, Ketua UTI Pro Jawa Tengah Theodorus Yosep Parera, mengatakan, gelaran kejuaran ini merupakan langkah untuk terus mengembangkan eksistensi taekwondo Jawa Tengah.

“Maka diperlukan kompetisi-kompetisi seperti ini,” katanya.

Yosep berharap dukungan dari pemerintah kepada para taekwondoin agar  mereka lebih bersemangat dalam berlatih dan berkompetisi. Banyak taekwondoin dari UTI Pro yang masih pelajar mampu berprestasi di luar negeri hingga bawa pulang medali emas. Seperti turnamen di Malaysia tahun lalu.

“Dengan motivasi ini dan dilihat oleh publik, maka anak-anak SD, SMP, SMA, yang berprestasi dalam bidang olahraga apapun akan semakin semangat untuk mengembangkan bakat dan prestasi mereka di dalam wilayah nasional, maupun wilayah Asia maupun internasional,” lanjutnya. 

Kepala Kepolisian Resor Semarang, AKBP Adi Sumirat, menegaskan kejurnas dengan piala bergilir ini sengaja digelar melihat potensi masyarakat pecinta taekwondo yang cukup banyak. Selain itu, perkembangan taekwondo juga cukup pesat dan berprestasi. 

Menurutnya, perubahan nama menjadi piala bergilir juga merupakan langkah awal agar kejuaran ini tetap berkesinambungan. Sehingga, menjadi event kejuaraan yang dapat dijadikan motivasi bagi atlet taekwondo untuk terus berlatih.

“Tidak ada salahnya Polres Semarang ikut  membantu masyarakat pecinta taekwondo berkembang lagi,” kata Adi saat dihubungi rumpan.id, Senin (11/02/2019) petang.

Acara kejurnas itu akan diselenggarakan 27-28 April 2019, lokasinya di GOR Wujil Kabupaten Semarang. Adi mengemukakan, pihaknya juga membentuk panitia serta menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk kelancaran acara ini. (Sutrisno)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here