FOTO DOK.RUTAN WONOSOBO
Kepala Rutan Wonosobo Akbar Amnur (kiri) menjelaskan kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin soal inovasi pihaknya yakni Lavica (Layanan Video Call) saat pameran kreativitas dan inovasi masyarakat (Krenova) di Wonosobo, akhir pekan lalu. Inovasi itu mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.


WONOSOBO – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II Wonosobo menerima penganugerahan pemenang lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) sebagai juara harapan dan juara favorit dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Inovasi yang memperoleh penghargaan itu adalah Layanan Video Call (Lavica). Layanan ini memungkinkan para warga binaan di Rutan Wonosobo untuk bertatap muka dengan keluarganya melalui jaringan internet.

Penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen diterima Kepala Rutan Akbar Amnur.

Lomba krenova ini diselenggarakan oleh pemerintah Provinsi jawa Tengah bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Wonosobo, pada 20 – 22 September 2019 lalu.  

Perlombaan tersebut dilakukan saat pameran multi event yang diikuti sejumlah lembaga pemerintahan dan swasta di alun-alun Wonosobo. Taj Yasin yang membuka kegiatan tersebut. 

“Dalam pameran ini, seluruh peserta pameran menampilkan produk inovatif serta beberapa kegiatan festival kuliner, kompetisi robotik,  fashion show berbahan daur ulang limbah serta kegitan yang lain,” kata Akbar Amnur selaku Kepala Rutan Klas II Wonosobo melalui keterangan tertulis yang diterima rumpan.id Senin (23/9/2019) siang.

Pada perlombaan itu, sebut Akbar, pihaknya mengajukan inovasi unggulannya yakni Lavica, dengan tagline obat perindu warga binaan.

“Inovasi Lavica ini mempunyai fungsi mempermudah bagi warga binaan untuk berkomunikasi dengan keluarga yang berdomisili di luar Kabupaten Wonosobo,” kata Akbar.

Lebih lanjut Akbar menjelaskan bahwa dalam pemberian layanan tersebut tidak dipungut biaya, dan tentunya pelayanan dilakukan oleh petugas rutan tanpa adanya diskriminasi dan tetap tidak mengesampingkan faktor keamanan bagi warga binaan rutan.

“Seluruh pembicaraan akan direkam secara otomatis oleh sistem kami,” ungkap pria kelahiran Makassar ini.

Masih disampaikan Akbar, inovasi itu sengaja dibuat, sebagai wujud untuk meningkatkan pelayanan kepada warga binaan rutan di tengah kemajuan teknologi seperti saat ini.

Selain Lavica, pada pameran multi event tersebut Rutan Wonosobo juga memarkan beberapa produk inovatif lainnya, di antaranya hasil karya warga binaan rutan seperi patung fiber, replika durian, keset berbahan kain perca dan lain sebagainya.

Atas penghargaan yang diraih, menjadikan stand milik Rutan Wonosobo menjadi sasaran Wakil Gubernur untuk meninjau langsung dan mencoba Lavica, guna membuktikan fungsi dan kegunaan dari Lavica tersebut.

“Allhamdulillah beliau sangat terkesan dengan inovasi yang dibuat oleh Rutan Wonosobo, karena ini merupakan salah satu cara kami merawat kemanusiaan, jadi jangan sampai hak mereka (warga binaan rutan) untuk berkomunikasi dengan keluarganya terhambat di tengah kecanggihan teknologi seperti saat ini,” pungkas Akbar. (erna virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here