FOTO DOKUMENTASI RUTAN PURWOREJO

PURWOREJO – Pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan menjadi prioritas utama Rumah tahanan Negara Kelas IIB Purworejo, salah satunya yaitu dengan menyajikan hidangan yang sehat dan  higienis.

Kepala Rutan Purworejo Lukman Agung Widodo, mengatakan bahwa hal ini mengacu pada regulasi Kepmenkes Nomor 1098 tahun 2003 tentang Persyaratan Higiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.

“Iya kami menjalankan semua tugas yang ada di dalam Rutan ini sesuai dengan regulasi yang ada sebagai dasar kami,” ungkap Lukman kepada tim rumpan.id melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini, Selasa (6/08/2019).

Salah satu langkah dalam memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan higienis adalah dengan adanya ketersedian lokasi dapur untuk mengolah dan menyimpan bahan makanan.

Karena makanan yang higienis tidak sekedar dinilai dari cita rasa, tapi juga harus disertai dengan pemenuhan beberapa aspek. Di antaranya; ketersedianya lokasi bangunan yang bersih, dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, dapur, ruang makan, gudang penyimpanan.

Sementara itu petugas juga harus memperhatikan dan meneliti dalam proses pengelolaan bahan makanan hingga menjadi makanan jadi. Tidak hanya itu adanya peraturan dan kesiapan fisik dan tenaga para petugas.

Setelah semua terpenuhi maka pihak Rutan juga harus memperhatikan kandungan bahan kimia maupun bakteriologis dari makanan yang telah diolah serta melakukan pengawasan dari binatang seperti lalat, kecoa, tikus dan hewan peliharaan.

Atas dedikasinya yang tinggi dalam bidang pemenuhan pangan ini, dapur Rutan Kelas IIB Purworejo diberi sertifikat penghargaan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo yang disahkan pada 31 Juli 2019 kategori “Laik Hygiene Sanitasi Jasaboga,” dan diberikan kepada Wahyu Haribowo yang menjadi penanggung jawab Dapur Rutan Purworejo.

“Tentunya saya sangat apresiasi dengan pencapaian dapur Rutan Purworejo yang lolos tes dan mendapat sertifikat Laik Hiegene Sanitasi Jasaboga ini” ungkap Lukman.

Lebih lanjut Lukman juga menerangkan bahwa penghargaan sebelumnya telah dilakukan survei oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo tanggal 16 Juli 2019. Survey yang dilakukan meliputi pemenuhan sanitas yang disediakan di Rutan Kelas IIB Purworejo.

Lukman juga berharap bahwa pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan terhadap warga binaan pemasyarakatan salah satunya di bidang pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan pemasyarakatan.

“Kita akan berusaha mempertahankan kualitas pelayanan dibidang pemenuhan kebutuhan pangan warga binaan pemasyarakatan, dan akan terus berusaha melakukan peningkatan dibidang pelayanan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga mewajibkan pengusaha besar bidang jasa boga atau restoran dan depot air minum memiliki sertifikat laik higiene sanitasi. Hal ini didorong karena masih terjadinya kejadian luar biasa (KLB) keracunan di bidang pangan. (erna virnia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here