Tim Advokat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum mendampingi WAP bertemu perwakilan perusahaan tempatnya pernah bekerja, di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, Jumat (15/2/2019).

*Perselisihan Hubungan Kerja Selesai dengan Musyawarah Mufakat

SEMARANG – Pendampingan hukum gratis tim advokat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum kepada WAP,24, seorang mantan karyawan yang mengalami perselisihan hubungan kerja dengan perusahaan tempatnya pernah bekerja, membuahkan hasil.

WAP berhasil memperoleh hak-haknya dari perusahaan fashion terkemuka yang berpusat di Kota Bandung.

Hasil itu setelah dilakukan pertemuan di Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang, dalam rangka klarifikasi antara pihak perusahaan dengan WAP didampingi tim advokat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jumat (15/2/2019) siang.

Tim advokat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum yang mendampingi WAP di Disnaker Kota Semarang itu dipimpin Indra Parito, didampingi Andreas Hijrah, Wisnu A Basworo, M.A.Lutfiansyah, dan Eurike Febritha Ramimpi.

Hasil pendampingan itu, WAP mendapat uang dari pihak perusahaan sekira Rp12,7juta. Uang itu adalah hak dari WAP, terinci atas; pembayaran potongan gaji, gaji yang sempat ditunda dan gaji lemburan yang belum dibayarkan.

Selain itu, uang yang dibayarkan itu sebagai kompensasi pemberhentian hubungan kerja (PHK) dengan hitungan pembayaran 3 bulan gaji ditambah 15 persen dari gaji setiap bulan.

“Tentunya kami sangat bersyukur, meski awalnya dia tidak mendapatkan hak-haknya, tapi ketika kami dampingi di Disnaker tadi, pimpinan perusahaan mau memberikan hak-hak klien kami,” kata Indra Parito kepada rumpan.id di Sekretariat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Jalan Semarang Indah Blok D15/32, Kota Semarang yang juga kantor Law Office Yosep Parera and Partners.

Sementara, terkait ijazah yang belum diterima WAP dari perusahaan karena hilang, pihak perusahaan menyatakan bersedia bertanggung jawab dengan mengganti semua biaya pengurusan hingga diterbitkannya lagi dokumen pengganti ijazah.

“Dalam hal ini kami akan tetap melakukan pendampingan, kami dari Rumah Pancasila tidak pernah membedakan klien A, B atau C, semua kami perlakukan sama, profesional,” lanjut Indra.

Pendampingan untuk WAP mendapatkan ijazahnya kembali akan dilakukan mulai dari ke kepolisian untuk membuat laporan kehilangan, ke sekolah tempat WAP pernah berstudi hingga ke dinas pendidikan setempat selaku otoritas yang menerbitkan ijazah.

Sementara itu, WAP mengungkapkan sangat berterimakasih kepada tim Rumah Pancasila dan Klinik Hukum karena bisa membantu menyelesaikan persoalannya dengan perusahan tempatnya pernah bekerja.

“Perkara saya yang selama ini belum selesai-selesai, akhirnya bisa selesai setelah didampingi tim Rumah Pancasila. Bisa lebih efektif penyelesaiannya,” kata warga asli Magelang yang tinggal kos di Kota Semarang itu.

Soal ijazah itu, WAP mengaku menerima opsi dari pihak perusahaan yang akan mengganti semua biaya pengurusan hingga penerbitan ijazah barunya.

Sebelumnya, WAP mendatangi Sekretariat Rumah Pancasila dan Klinik Hukum pada Rabu (13/2/2019) lalu. Kedatangannya untuk mengadukan perselisihan hubungan kerja dengan perusahaan tempatnya pernah bekerja, mulai dari ijazah SMK miliknya yang belum dikembalikan pasca diberhentikan kerja hingga beberapa hak finansialnya yang tertunda.

Saat itu WAP diterima langsung oleh Pendiri Rumah Pancasila dan Klinik Hukum, Theodorus Yosep Parera, yang sekaligus menyatakan akan mendampinginya secara gratis melihat kondisi finansial WAP. Yosep langsung mengerahkan timnya untuk melakukan investigasi lapangan dalam rangka pengumpulan alat bukti.

Dari awal Yosep memang berharap sekaligus mendorong agar sengketa ini bisa selesai dengan musyawarah dan mufakat antara kedua belah pihak. Penyelesaian sengketa seperti itu sesuai dengan yang diamanatkan Pancasila.  (eka setiawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here