FOTO RUMPAN.ID/ Grup Musik Nasida Ria berfoto bersama Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Kepala Disbudpar Kota Semarang Indriyasari saat launching album ke-36 Nasida Ria di Kota Semarang Sabtu 19 September 2020.

SEMARANG – Grup kasidah legendaris  Nasida Ria adalah ikon genre kasidah modern yang pertama dan juga yang tertua di Indonesia, grup  ini dibentuk pada 1975 silam. Konsisten dengan konsep yang dibawakan sejak awal menjadikan grup kasidah ini masih  menunjukkan eksistensi ke publik sampai sekarang.

Ratusan lagu pernah mereka nyanyikan, bahkan lagu ciptaannya sempat menghiasi radio, televisi, acara pengajian hingga pengeras suara hajatan pernikahan di pelosok kampung di Indonesia hingga era 1990-an.

Kini bertepatan dengan 45 tahun berkarya di blantika musik Indonesia, Nasida Ria telah mampu menciptakan karya lagu mencapi 400 lebih. Terbaru grup kasidah ini menggeluarkan album ke-36.

Menjalin silaturahmi dan selalu menjaga kerukunan antar personil menjadi modal utama grup kasidah ini mampu bertahan dan terus berkarya sampai saat ini. Walaupun sempat pindah formasi, namun kekompakan grup ini tetap terjaga, hal ini sekaligus mengokohkan posisi bahwa Nasida Ria adalah the legend of qasidah yang akan terus mengeluarkan karya-karya barunya.

“Formasi sempat pindah beberapa kali. Kami selalu menjaga kerukunan, bermusyawarah, jalin komunikasi. Itu yang membuat kami selalu kompak,” kata salah satu personel Nasida Ria, Rien Jamain seusai peluncuran album baru di Semarang, Sabtu (19/9).

Ciri khas yang masih melekat pada mereka masih sama, semua personelnya perempuan. Grup ini juga tetap konsisten membawa konsep lagu islami dengan misi menyampaikan dakwah.

Di antara sekian banyak lagu fenomenal ciptaan grup ini yaitu “Kota Santri”, “Jilbab Putih”, “Tahun 2000” yang sangat fenomenal karena lirik lagu sangat relevan dengan pergembangan zaman saat ini yaitu era digital, dan masih banyak lagu lainnya.

Lagu-lagu ciptaan Nasida Ria ini cukup akrab di telinga masyarakat segala usia. Bahkan kerap dibawakan oleh artis-artis papan atas seperti grup band Gigi. Salah satunya lagu berjudul “Perdamaian” yang diciptakan ulama ternama yaitu, Kiai Buchori Masruri.

Era sekarang, popularitas grup ini bisa dilihat dari viewer lagu mereka di sejumlah akun youtube. Jumlah pengguna yang mengakses dan melihat tayangan lagu-lagu mereka mencapai 8 juta lebih.

Nasida Ria yang sekarang merupakan generasi ketiga. Generasi pertama dan kedua telah digantikan posisinya karena keterbatasan usia.

“Kami memang mencari regenerasi, termasuk terbuka membuka pendaftaran untuk mencari bakat dan talenta baru. Ada sebagian dari kami yang memang masih keluarga atau kerabat. Tujuan kami tentu ingin berdakwah lewat seni,” ujarnya.

Tak hanya manggung di berbagai daerah di Indonesia. Grup ini juga acapkali diundang dalam acara penting oleh pihak Kedubes Indonesia di Hongkong, Malaysia hingga negara eropa seperti Jerman.

Adapun dalam album barunya ini, mereka masih mengusung dengan konsep dan visi sama, namun dengan aransemen musik yang berbeda atau lebih kekinian. Perubahan warna musik ini diharapkan untuk merangkul anak muda agar tertarik  menikmati karya-karyanya.

Terdapat tujuh lagu yang dibawakan dalam album yang ke-36 ini. Dari tujuh lagu, tiga di antaranya dibawakan oleh Ezzura, anak grup atau regenerasi dari Nasida Ria. Sedangkan video klip yang sudah diluncurkan bersamaan dengan album ini yaitu lagu berjudul “Kebaikan Tanpa Sekat” oleh Nasida Ria dan “Sosmed” oleh Ezzura.

Album ini juga resmi diluncurkan di platform digital seperti Youtube, Joox, Spotify dan sejenisnya melalui label milik Nasida Ria sendiri, yakni Nasida Ria Entertainment. Selain itu, juga tersedia dalam set boks eksklusif, yang akan mulai dijual resmi pada 1 Oktober 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here